Home » » Buku Catatan Alan Turing Terjual 1 Juta Dollar

Buku Catatan Alan Turing Terjual 1 Juta Dollar

Diposkan oleh Kabar Bangsa pada Monday, April 13, 2015 | 7:41 PM


http://media.gizmodo.co.uk/wp-content/uploads/2013/12/alan-turing.jpg 
Buku catatan ini menjadi buku catatan termahal di dunia. Sebab di dalamnya berisi tentang pemecah kode pada perang dunia kedua. Para tentara Nazi meyakini bahwa kode “Enigma” tak akan pernah terpecahkan, tetapi melalui tangan dingin Alan, kode rahasia yang mempercepat berlangsungnya perang dunia kedua itu terselesaikan dengan baik.

Alan Turing adalah seorang peneliti matematika dan komputer kelahiran Maide Vale, London, 23 Juni 1912. Buku catatannya itu dilelang oleh seorang penemunya di sebuah rumah lelang di New York (13/4/15). Rumah lelang itu merahasiakan nama pembeli gila yang memborong buku catatan itu seharga 1 juta dollar AS. Keunikan hidupnya pernah diangkat melalui sebuah film monumental yang diangkat dari sebuah buku berjudul “Alan Turing; The Enigma”, kemudian film itu diberi judul “The Imitation Game” yang dirilis 14 November 2014 di Britania Raya dan Amerika Serikat. Turing dalam film tersebut diperankan oleh Benedict Cumberbath.

https://images.detik.com/community/media/visual/2015/04/14/75d1f4d1-6392-4f9e-bfe8-24859339a945_169.jpg?w=620&mark=undefined&image_body_visual_id=81007

Betapa pentingnya sosok Turing dalam dunia politik global saat ini, agar politik kawasan yang berorientasi perang dan meluluhlantakkan kawasan yang lain segera dihentikan dengan pemecahan kode-kode rahasia. Betapa sedih rasanya bila melihat antrean para pengungsi akibat perang yang tak kunjung selesai, di Timur Tengah, Ukraina, dan kawasan lain. Buku catatannya yang berisi kode itu dihargai sangat mahal, karena buku itu merupakan dokumen rahasia yang tidak boleh bocor pada siapapun.
Saya yakin, Turing akan melakukan aksi serupa bila melihat kenyataan perang kawasan saat ini, apalagi ia mendengarkan musik Michael Heart yang berjudul “We Will Not Go Down”[1]:
A blinding flash of white light
Kilauan cahaya putih yang membutakan mata
Lit up the sky over Gaza tonight
Menerangi langit Gaza malam ini
People running for cover
Orang-orang berlari mencari perlindungan
Not knowing whether they’re dead or alive
Tak tahu apakah mereka mati atau hidup

They came with their tanks and their planes
Mereka datang naik tank dan pesawat
With ravaging fiery flames
Dengan kobaran api yang menghacurkan
And nothing remains
Dan tak ada yang tersisa
Just a voice rising up in the smoky haze
Hanya sebuah suara yang terdengar di dalam kepulan asap

We will not go down
Kami takkan menyerah
In the night, without a fight
Di malam hari, tanpa perlawanan
You can burn up our mosques and our homes and our schools
Kau bisa hancurkan masjid dan rumah dan sekolah kami
But our spirit will never die
Namun semangat kami takkan pernah mati
We will not go down
Kami takkan menyerah
In Gaza tonight
Di Gaza malam ini

Women and children alike
Wanita dan anak-anak sama saja
Murdered and massacred night after night
Dibunuh dan dibantai tiap malam
While the so-called leaders of countries afar
Saat para pemimpin negara yang berada jauh di sana
Debated on who’s wrong or right
Memperdebatkan siapa yang salah dan benar

But their powerless words were in vain
Namun kata-kata mereka sia-sia
And the bombs fell down like acid rain
Dan bom berjatuhan seperti hujan asam
But through the tears and the blood and the pain
Namun dalam air mata dan darah dan rasa sakit
You can still hear that voice through the smoky haze
Masih bisa kau dengar suara dari kepulan asap itu

We will not go down
Kami takkan menyerah
In the night, without a fight
Di malam hari, tanpa perlawanan
You can burn up our mosques and our homes and our schools
Kau bisa hancurkan masjid dan rumah dan sekolah kami
But our spirit will never die
Namun semangat kami takkan pernah mati
We will not go down
Kami takkan menyerah
In Gaza tonight
Di Gaza malam ini

We will not go down
Kami takkan menyerah
In the night, without a fight
Di malam hari, tanpa perlawanan
You can burn up our mosques and our homes and our schools
Kau bisa hancurkan masjid dan rumah dan sekolah kami
But our spirit will never die
Namun semangat kami takkan pernah mati
We will not go down
Kami takkan menyerah
In the night, without a fight
Di malam hari, tanpa perlawanan
We will not go down
Kami takkan menyerah
In Gaza tonight
Di Gaza malam ini
Peneliti di National Physical Laboratory itu meninggal karena bunuh diri, setelah ditangkap dan diadili atas tindak pidana homoseksual. Izin keamanan untuk dirinya pun dicabut, ia tidak bisa lagi bekerja di GCHG. Situasi itu membuatnya depresi dan jalan pikirannya memutuskan untuk bunuh diri. Meski demikian, ilmu-ilmunya tetap bermanfaat hingga saat ini.

Sumber Gambar 1:  http://media.gizmodo.co.uk/wp-content/uploads/2013/12/alan-turing.jpg
Sumber Gambar 2: https://images.detik.com/community/media/visual/2015/04/14/75d1f4d1-6392-4f9e-bfe8-24859339a945_169.jpg?w=620&mark=undefined&image_body_visual_id=81007


Artikel Terkait:

0 comments :

Post a Comment