Home » » Hebat! Meski Sarjana, Sutriyani tidak Malu Jadi Pedagang Jamu Keliling

Hebat! Meski Sarjana, Sutriyani tidak Malu Jadi Pedagang Jamu Keliling

Diposkan oleh Kabar Bangsa pada Sunday, April 12, 2015 | 12:30 AM



http://assets.kompas.com/data/photo/2015/04/10/2020081Sutriyani780x390.jpg

“Jamuu-jamuuuu!” begitulah kira-kira ia memekikkan suaranya dari kampung ke kampung. Bisa jadi kita sering mendengar pekikan seperti itu dari pedagang-pedagang lain. Akan tetapi, yang membuat perempuan kelahiran Bambanglipuro Kabupaten Bantul ini luar biasa hebat karena ia adalah seorang sarjana dengan IPK 3, 49 di Jurusan Ilmu Pendidikan Fisika Sarjanawiyata Tamansiswa.
Secara kelembagaan, Sutriyani adalah murid dari Ki Hajar Dewantoro. Tetapi ia menampakkan dirinya sebagai sosok yang tidak pernah gentar menghadapi kenyataan hidup. Menjadi sarjana baginya, bukan menjadi buruh. Akan tetapi sarjana harus mampu menciptakan lapangan kerja sendiri, di tengah kerumitan dan kesulitan para sarjana mencari pekerjaan.

Kebergantungan sarjana dalam mencari kerja, pernah diledek oleh musisi terkemuka kita Iwan Fals, dalam lirik lagunya yang berjudul Sarjana Muda yang berbunyi:
Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Mengandalkan ijasahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
'Tuk jaminan masa depan
Langkah kakimu terhenti
Di depan halaman sebuah jawaban
Termenung lesu engkau melangkah
Dari pintu kantor yang di harapkan
Tergiang kata tiada lowongan
Untuk kerja yang di dambakan
Tak peduli berusaha lagi
Namun kata sama yang kau dapatkan
Jelas menatap awan berarak
Wajah murung s'makin terlihat
Perempuan berusia 23 tahun itu tidak ingin terlihat lusuh berbaris dalam antrean para pencari kerja di kantor-kantor pemerintah maupun swasta, ia memutuskan untuk menjual jamu keliling. Karena kegigihannya itu, minggu pagi (12/4/15) diwawancarai TvOne sebagai perempuan muda inspiratif yang layak dicontoh oleh sarjana-sarjana lain yang kebingungan setelah menyelesaikan kuliah di perguruan tinggi.
Aksinya menjual jamu juga dapat dimaknai sebagai kritik terhadap pola rekrutmen di tempat-tempat pekerjaan, baik pemerintah maupun swasta. Ia pernah melamar pekerjaan. Ia mendapatkan nilai tertinggi, akan tetapi yang diterima adalah orang terdekat dan melalui jalur khusus. “Setiap tes kerja, nilai saya tertinggi. Tapi ternyata yang diterima itu lewat bantuan orang dalam dan ada juga yang bayar. Saya enggak punya uang, ya sudah," tegas Sutriyani.

Sumber Gambar : http://assets.kompas.com/data/photo/2015/04/10/2020081Sutriyani780x390.jpg


Artikel Terkait:

0 comments :

Post a Comment