Home » » Setya Novanto Minta Maaf dan Menyesal Atas Perkelahian Di DPR

Setya Novanto Minta Maaf dan Menyesal Atas Perkelahian Di DPR

Diposkan oleh Kabar Bangsa pada Friday, April 24, 2015 | 7:52 AM

http://www.riaukepri.com/wp-content/uploads/2015/04/dpr-kelahiw.jpg

Dalam penutupan rapat paripurna wakil rakyat di DPR malam ini, ketua DPR Setya Novanto secara resmi meminta maaf kepada masyarakat Indonesia atas peristiwa menjijikkan dan memalukan di kantor DPR, yang berupa perkelahian beberapa waktu lalu. Memang tidak ada penyesalan di depan---begitulah nasehat orang tua kita. Penyesalan pasti akan terjadi setelah peristiwa itu terjadi.
Perkelahian sesama anggota komisi VII DPR itu mencerminkan betapa akal pikiran sehat dan pengendalian emosi sudah mati di DPR. Karena akal pikiran yang sehat telah mati, maka yang bergerak adalah otot, kekuatan urat leher, kemampuan meninju dan menerjang.

Urusan berkelahi---camkan ini wahai anggota DPR. Orang-orang yang sama sekali tidak mengenyam pendidikan seperti anda, tak sama sekali pernah duduk di bangku sekolah yang ada di kampung-kampung terpencil sekalipun, insya allah, lebih mahir dari anda urusan berkelahi. Tetapi tingkah anggota DPR yang berkelahi itu sama sekali tak mencerminkan sebagai sosok terdidik. Tidak sama sekali mencerminkan sebagai manusia yang pantas duduk mewakili rakyat. Itu sangat memalukan.
Meskipun demikian, untuk meminta maaf kepada publik saja membutuhkan waktu yang sangat lama. Mengapa ketua DPR ini baru tergerak hatinya untuk meminta maaf di saat peristiwa itu baru terjadi? Bukankah ini mencerminkan sebuah hati yang bebal? Tetapi baiklah. Bangsa ini belakangan ini memang tengah menjadi bangsa yang seringkali pertontonkan peran-peran sarkas. Nilai-nilai santun, rendah hati, toleransi, tenggang rasa, rupanya mulai diganti dengan sikap-sikap sarkastik.
Mungkin saja, pilihan sikap-sikap yang mengencangkan urat leher dan otot itu dapat menyelesaikan persoalan-persoalan kebangsaan. Melihat pola pemerintahan di negeri ini, pola DPR bersikap, pola praktisi hukum, layak tentunya kita lihat hasilnya bersama-sama. Anggap saja kita sedang berada di sekitar tinju.***


Sumber Gambar: http://www.riaukepri.com/wp-content/uploads/2015/04/dpr-kelahiw.jpg


Artikel Terkait:

0 comments :

Post a Comment