Home » » RTAR PMII yang Ke-49: Rasa Puas yang Menggelora

RTAR PMII yang Ke-49: Rasa Puas yang Menggelora

Diposkan oleh Kabar Bangsa pada Sunday, June 7, 2015 | 4:05 AM

Laporan Wartawan Kabar Bangsa: Khairi Esa Anwar 
pmii

KABARBANGSA.COM---PMII Ushuluddin kembali menggelar Rapat Tahun Anggota Rayon (RTAR) yang ke-49, di Balai Dusun Ambarukmo, Yogyakarta (6/6/2015). RTAR menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan oleh PMII Rayon Pembebasan Ushuluddin dan Pemikiran Islam, setelah selesai mengenyam tugas selama satu tahun. Rapat yang dihadiri oleh berbagai PMII se-Universitas Islam Negeri Yogyakarta, menjadi sorotan publik luas. Juga dari kalangan korp PMII Ushuluddin, Korp Perjuangan, Bambu Runcing, Nuklir, Tanah Air, Bheta (Bhinneka Tunggal Ika), turut hadir menyaksikan RTAR tersebut.

Acara dimulai pukul 19:30 WIB, dengan dibuka diskusi publik oleh Moh. Mahrus, dengan tema “Me-rekonsiliasi Progresivitas dan Rekativitas Pergerakan”. Dengan pernyataan sederhana, Mahrus, mengatakan: PMII Yogyakarta, Ushuluddin khususnya, harus menjadi barometer pergerakan yang berlandaskan pada ahlussunnah waljama’ah dan menjadi pergerakan yang memiliki kecakapan dalam bidang pemikiran.” Pernyataan tersebut disambut tangan meriah oleh para peserta yang menghadiri tadi malam.

Hal senada disampaikan oleh Ihya’ Ulumuddin sebagai ketua rayon masa jabatan 2014-2015: PMII harus melanjutkan kiprah sebagai pergerakan yang punya nilai di masa mendatang dan berguna bagi bangsa dan negara. Dan tetap berpegang teguh pada Aswaja sebagai nilai utama di PMII.” Dengan semangat muda yang menggelora, Ihya’ dari Korp Nuklir, seolah menyuarakan rindunya pada kidung nyanyian penuh nada indah. Semangatnya seperti Bung Karno, ketika menyampaikan pidato di podium.

Di antara malam yang dingin, kehangatan menjalar di tubuh para anggota yang merindukan perubahan besar-besaran di tubuh PMII menjadi gerakan yang disegani di seluruh nusantara. Acara selesai, ketika matahari mencium bumi Ambarukmo dengan terpilihnya Farih sebagai ketua Rayon Pembebasan PMII Ushuluddin Yogyakarta, masa jabatan 2015-2016. Meski, rasa capai mendera tubuh tidak menjadi masalah karena rasa puas telah menyelenggarakan RTAR, ungkap perempuan berkerudung merah yang mengaku namanya Ulinnuha Nabila sebagai panitia dari Korp Bheta (Bhinneka Tunggal Ika). (kha)***


Artikel Terkait:

0 comments :

Post a Comment