Home » » Siti Maria Ulfa Fitria, Sosok perempuan Penyemangat

Siti Maria Ulfa Fitria, Sosok perempuan Penyemangat

Diposkan oleh Kabar Bangsa pada Sunday, June 28, 2015 | 9:40 AM

Laporan Wartawan Kabar Bangsa: Khairi Esa Anwar

KABARBANGSA.COM
---Barongan-Vee, begitulah sahabat-sahabatnya memanggil. Perempuan berdarah Wonosari 1994 ini, mampu mengubah suasana sepi menjadi meriah. Paras wajahnya yang cantik mampu meramal ketanggasan jati dirinya. Yang paling terkesan darinya, gagasan-gagasan yang mampu membongkar wilayah tak terjamah perempuan lainnya. Ia berhasil membaca wilayah masa depan dengan spekulasinya yang brilian. Sehingga, ia terpilih menjadi ketua kelompok di 108. (Baca juga: Hebat! Meski Sarjana, Sutriani Tidak Malu Menjadi Penjual Jamu)

Spekulasi yang dibangunnya mampu menerobos gelap ide. Ia hanya membutuhkan ke-fokus-an terhadap objek yang diperhatikannya. Kebiasaannya untuk memecahkan masalah, ia perlu diam serta memandang. Seketika itu idenya akan muncul sebagai representasi lingkungan yang sedang ia baca. Analisa yang dalam itulah, kemudian dijadikan kerja dalam membentuk kelompok 108 tetap berada di garis semangat. Dengan kemampuan yang khas, tak urung Bpk. Alif Kunandar (Dosen Pembimbing Lapangan), mempercayai dia sebagai perwakilannya di Dusun Barongan.

Perempuan kelahiran Wonosari ini, banyak diam tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya, jika tak ada yang perlu ia bicarakan. Gaya seperti dia, dapat kita temui pada Ibu Kartini. Seolah ruh Kartini berdiam di dalam tubuh Vee, serta semangat untuk membangun perubahan menuju arah yang lebih maju. Tidak hanya itu, ia ingin membuat kelompoknya tetap semangat untuk menempuh KKN selama 60 hari. Tak perlu dikeluhkesahkan, apalagi diratapi.

Seperti yang dituturkan dia kepada Wartawan Koran Kabar Bangsa: “KKN merupakan kerja kelompok untuk mencapai keinginan serta tujuan yang diinginkan kita semua (red: warga dan mahasiswa). Harus ada kesadaran di antara beberapa pihak untuk membangun kemajuan dalam segala hal.” Begitulah sembari menyunggingkan senyumnya yang manis.
 
Seiring dengan ketanggasan yang briliannya, ia ternyata menyukai musik. Menurutnya, musik merupakan nilai yang harus dilestarikan. Sampai kapan pun musik akan tetap menjadi rasa yang nikmat. Ketika ditanya musik apa yang ia senangi, dengan senyum manisnya ia mengatakan, kalau ia suka musik dangdut ala Jawa Timur-an. Karena ada satu hal yang dikandung di dalam musik dangdut ala Jawa Timur-an. Selain musik dangdut, yang paling membuatnya terkesan yaitu musik pop, terutama Shela On-7.
 
Ia berharap, kelompoknya tetap semangat dalam menempuh tantangan, rintangan serta keadaan yang bisa berubah-ubah. Apalagi, kondisi musim yang kurang bagus bagi kesehatan. Motto hidupnya: Let’s get lost! Jozzz. (KEA)


Artikel Terkait:

0 comments :

Post a Comment