Home » » Hati-Hati! Gerakan Mahasiswa Segera Berkobar

Hati-Hati! Gerakan Mahasiswa Segera Berkobar

Diposkan oleh Kabar Bangsa pada Friday, August 21, 2015 | 12:15 AM

Judul Buku      : Bangkitlah Gerakan Mahasiswa
Penulis             : Eko prasetyo
Penerbit           : Social Movement Institute dan Resist Book
Terbit               : Maret 2014
Tebal               : 1121, Halaman
ISBN               : 978-979 -109-819-9
Peresensi         : MASRODI UHIBBU

Identitas Mahasiswa terdiri dari kata “Identitas” yang memiliki arti ciri, tanda, atau jati diri, dan kata “Mahasiswa” arti secara luas sebagai kaum terpelajar yang memiliki kedudukan tertinggi. Jadi, makna dari Identitas Mahasiswa adalah ciri atau syarat yang harus dimiliki oleh mahasiswa sebagai penggerak perubahan, biasanya ideologi berdasarkan pemikiran dan prinsip yang berbeda. Secara umum, Identitas Mahasiswa mencakup dalam tiga hal yaitu potensi, posisi dan peran.

Potensi
 
Setiap orang memiliki potensi masing – masing yang tersimpan dalam dirinya. Sehingga perlu digali, diasah dan dikembangkan agar terlihat bakat-bakat yang luar biasa . Seperti hal mahasiswa yang juga memiliki potensi yang sangat besar dalam memajukan bangsa dan Negara ke arah yang lebih baik. Potensi yang harus dimiliki meliputi tiga hal yaitu hard skill, soft skill, dan idealisme. Hard skill merupakan kemampuan mahasiswa secara akademik untuk menganalisis keilmuan atau keahlian di bidangnya atau mengembangkan kemampuan secara intrapersonal. Contohnya dalam mengasah hard skill, diperlukan potensi mahasiswa sebagai pemuda atau pemudi yang kritis. Kritis itu adalah cepat tanggap terhadap masalah dan berusaha menyelesaikan masalah berdasarkan pemikiran-pemikiran yang rasional. Selain itu adalah multidisiplin ilmu.

Soft skill adalah mengembangkan potensi secara interpersonal atau kemampuan secara umum yang bersifat non-akademik. Contohnya, mempunyai keterampilan berkomunikasi yang baik antar sesama untuk membentuk suatu jaringan atau relasi. Selain itu, Mahasiswa juga harus memiliki potensi sebagai penggerak yang independen. Independen maksudnya mahasiswa mampu bergerak sendiri dengan ilmu-ilmu yang variatif bisa saling berkoordinasi membentuk sebuah gerakan yang mandiri tanpa campur tangan oknum lain termasuk pemerintahan. Dan seorang Mahasiswa haruslah memiliki kreativitas dan daya juang yang tinggi.

Idealisme merupakan dasar pandangan berdasarkan kebenaran ilmiah. Idealisme tumbuh secara perlahan dalam jiwa seseorang, dan termanifestasikan dalam bentuk perilaku, sikap, ide ataupun cara berpikir. Pengaruh idealisme tidak hanya terbatas pada tingkat individu, tapi juga hingga ke tingkat negara. Nilai-nilai idealisme yang mempengaruhi individu contohnya adalah keyakinan mengenai pola hidup, nilai-nilai kebenaran, karir dan lain sebagainya. Sedangkan idealisme pada tingkatan negara adalah seperti Ideologi Pancasila, komunisme, liberalism dan lain-lain.

Posisi
Mahasiswa sudah seharusnya mengetahui posisi mereka sebagai Civil Society. Civil Society atau masyarakat sipil merupakan pemahaman tentang relasi antara individu dan negara yang menjaga dan melestarikan budaya serta bertanggung jawab. Berdasarkan tujuan pergerakan penting Mahasiswa, sudah seharusnya Mahasiswa sebagai penerus bangsa dan terjun langsung ke masalah nasional. Menjadi mahasiswa harus berani bertindak, bukan menjadi orang yang pemalas. Apa lagi hanya menjadi penonton saat bangsa kita membutuhkan dukungan.

Perbedaan mahasiswa dengan masyarakat biasa dapat dilihat berdasarkan konsekuensi logis dari potensi dan posisinya. Tugas mahasiswa dapat dibagi menjadi tiga yaitu Agent of Change, Guardian of Value, Role Model.

Agent of Change ( pembawa perubahan) adalah kombinasi-kombinasi potensi yang dimiliki mahasiswa seperti kritis, idealis, kreatif dan independen, dapat membuat suatu gerakan yang membawa sebuah perubahan ke arah yang lebih baik. Contohnya pergerakan yang terkenal adalah Budi Utomo. Namun, ini bukan satu satunya Pergerakan Mahasiswa sebagai titik kebangkitan Indonesia pada masa itu. Pergerakan Mahasiswa Budi utomo memiliki kedekatan yang lebih dengan Belanda sebagai pihak penjajah, sehingga Pergerakan Mahasiswa ini yang paling terkenal. Padahal masih banyak pergerakan- pergerakan mahasiswa yang lebih berjasa sebelumnya.

Guardian of Value (penjaga nilai) artinya mahasiswa dengan segala potensi idealisme, kritis dan daya juang tinggi, dapat berlaku sebagai control social ataupun pelurus nilai-nilai luhur yang hendak dicapai. Contohnya dengan memberikan kritik, saran dan solusi untuk memperbaiki keadaan sosial apabila mulai terjadi penyimpangan yang menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial. Selain itu, mahasiswa harus mampu menggerakkan masyarakat untuk beranjak dari polemik yang ada dan menuju kepada keadaan yang lebih baik. Dari semuanya itu, mahasiswa harus memiliki kecakapan yang baik dalam bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Sehingga upaya untuk mengontrol keadaan sosial di suatu lingkungan akan berhasil dengan kerja sama yang baik.

Role Model ( teladan) artinya peranan mahasiswa dapat memberikan contoh yang baik terhadap orang lain. Seperti tokoh Mohammad Yamin yang berkarier tidak hanya politik saja tetapi di bidang kesastraan beliau sangat ahli. Melalui karyanya banyak orang yang terinspirasi.

Iron Stock (persediaan besi) yaitu mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya. Intinya mahasiswa itu merupakan aset, cadangan, harapan bangsa untuk masa depan. Tak dapat dipungkiri bahwa seluruh organisasi yang ada akan bersifat mengalir, yaitu ditandai dengan pergantian kekuasaan dari golongan tua ke golongan muda, oleh karena itu kaderisasi harus dilakukan terus-menerus. Dunia kampus dan kemahasiswaannya merupakan momentum kaderisasi yang sangat sayang bila tidak dimanfaatkan bagi mereka yang memiliki kesempatan. Kehadiran buku ini, semoga mampu menjadi penyemangat bagi kader-kader berikutnya.

Masrodi Uhibbu, Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.






Artikel Terkait:

0 comments :

Post a Comment