Home » » Puisi-Puisi Terbaik Raedu Basha

Puisi-Puisi Terbaik Raedu Basha

Diposkan oleh Kabar Bangsa pada Sunday, August 9, 2015 | 10:06 PM

MENGUTUK MASA LALU

dan meledak
semua ingatan-ingatan yang mengapi selama ini
sumbu-sumbu menyala di tiap angka zaman
kobarannya membakar segala yang bertahan
termasuk luka yang tanggal di degab dada

Sumber Gambar: dgi-indonesia.com
tapi membekas
tak ada kenangan hangus
biar telah terbakar, namun arang lebih hitam dari malam
seburuk langit kelam dalam pekat dendam
coreng kenang terkembang berang

pada debu, tak sezarah pun aus
abu tak mudah lupakan lahapnya api membakar kayu
dalam janji-janji setia yang purba

ganding pustaka, 2015

PETAPA

ambisi-ambisi remuk redam
biarkan dengus syahwat kuasa dan kebencian
dikerangkeng jibril dalam pengap
dicekik maut ke ruang gelap

ngeong kucing kelaparan di ujung petang
mencari sisa manusia membuang tulang
mengajariku pelan-pelan menahan ongkang
juga ulat bulu di tubuh pohon ketapang
mengguruiku menapakan napsu dari goda putik kembang
menyepi di lubang persamadian kepompong

bagi petapa, waktu adalah gerak dan perubahan
tak ada beku dalam samadi dalam kesendirian
tak ada dukanestapa
kesunyian lebih abadi
dalam kupu-kupu puisi

ganding pustaka, 2015 


RAEDU BASHA, Lahir di Sumenep Madura, 3 Juni 1988. Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Mengarang puisi, cerpen dan esai, sebagian karyanya dimuat majalah sastra Horison, Media Indonesia, Republika, Indopos, Suara Merdeka, Pikiran Rakyat, Kedaulatan Rakyat, Rakyat Sumbar, Koran Merapi, Harian Fajar Makassar, Harian Cakrawala Makassar, Majalah Kuntum, Majalah Tebuireng, Bende, Imajio, Radar-Jawa Pos, Koran Madura, Kabar Madura, NU Online, Kompas.com, Banten Muda, Sumut Pos, Surabaya Post, antologi bersama dan jurnal. Lewat puisi dalam buku tunggal pertamanya Matapangara (2014) ia diundang Festival Kesenian Yogyakarta (2014) dan Ubud Writers and Readers Festival, Bali (2015). Beberapa karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Juga menulis novel Lelehan Salju (2014). Menerima penghargaan seperti hadiah puisi Muktamar NU ke-33 dari TV9 dan PT Pos Indonesia (2015), hadiah Anugerah Sastra dari Universitas Gadjah Mada (2014), hadiah puisi favorit Jurnal Sajak (2014), pemenang cerpen Institut Ilmu Keislaman Annuqayah, Guluk-Guluk (2012), hadiah puisi Piala Walikota Surabaya (2007), pemenang puisi tiga bahasa Ponpes Al-Amien Prenduan (2007), pemenang puisi Taman Budaya Jawa Timur (2006), hadiah sayembara puisi Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional (2006). Blog: www.raedu-basha.com . twitter @raedubasha


Artikel Terkait:

0 comments :

Post a Comment