Home » » Ulil Abshar Abdalla: Sains Lebih Dulu Dari Pada al-Qur'an

Ulil Abshar Abdalla: Sains Lebih Dulu Dari Pada al-Qur'an

Diposkan oleh Kabar Bangsa pada Tuesday, October 10, 2017 | 3:16 PM

KABARBANGSA.COM---Tema ini tentu akan menuai banyak kritik bagi orang yang tidak memahaminya dengan baik. Tema ini akan mengencangkan urat leher bagi orang yang hanya baca judulnya, lalu suka berkomentar dengan cara nyinyir di media sosial.

Ulil Abshar Abdalla merupakan intelektual Islam yang kembali mengeluarkan pernyataan mengejutkan melalui akun twitternya @ulil. Kali ini ia mengatakan bahwa lahirnya sains lebih dulu dari pada al-Qur'an, jika sains dimaknai sebagai usaha manusia memahami alam. (Baca juga: Ulil Abshar Abdalla: al-Qur'an Sebagai Humor)

Tentunya Ulil sudah menggali banyak referensi yang dapat memperkuat statemen tersebut, sehingga di saat akun @dheenok08 mengomentari "Masha Allah..Dah dipikir beneran tuh bilang begituan", maka dengan menantu KH. Musthafa Bisri ini mengatakan "sudah saya pikir masak-masak mbak. Tapi anda boleh ndak setuju."

Sumber Gambar: viva.co.id
Bahkan akun @yadliF memprotes dengan sangat keras, dengan mengatakan begini "saya rasa anda seorang pengembala yg udah tersesat dlm mengembala domba anda sendiri sehingga anda lupa hendak pulang ke asal" Kemudian Ulil menanggapinya dengan nada yang sangat tenang "Insya Allah tidak. Apa yang saya katakan sesuai dengan ajaran al-Qur'an." (Baca juga: Ulil Abshar Abdalla: Yang Dikurbankan Ibrahim Bukan Ismail, Tapi Ishaq)

Memang setiap orang memiliki hak yang sama untuk menafsirkan al-Qur'an berdasarkan keilmuan yang dimilikinya. Tetapi bagi orang yang masih belum memiliki bekal ilmu yang cukup, sebaiknya jangan coba-coba menafsirkan sendiri muatan-muatan simbolik, ilmiah, dan sastrawi dalam al-Qur'an.

Jadi, setiap orang perlu bersikap bijaksana dalam menyikapi perbedaan pendapat. Tidak perlu yang satu menyalahkan yang lainnya hanya karena beda pendapat. Sebab bisa jadi, ilmu pengetahuan yang kita miliki belum sedalam ilmu yang dimiliki oleh orang lain.

Sebelum melakukan kritik terhadap orang lain, harusnya melihat dan sadar akan level dan kapasitas diri kita seutuhnya. Boleh saja Ulil mengatakan demikian, asal memiliki alasan-alasan logis dan ilmiah. Artinya dapat mempertanggung jawabkan pendapat yang dilontarkannya. Bukankah begitu? *** (KHU)


Artikel Terkait:

2 comments :

  1. Yg buat berita ini sm @ulil memang samanaja, yg bangga dibilang JIL

    ReplyDelete
  2. Yg buat berita ini sm @ulil memang samanaja, yg bangga dibilang JIL

    ReplyDelete