Home » » Cara Mengatasi Anak Autis

Cara Mengatasi Anak Autis

Diposkan oleh Kabar Bangsa pada Wednesday, May 18, 2016 | 8:11 AM

Oleh : Chandra Agus Perkasa

Apakah Anda tahu bagaimana Anda menghadapi anak yang susah bicara? Atau bagaimana Anda menghadapi anak Anda yang terkena gejala autisme. Tentu saja orang yang mengalami hal ini bukan disebabkan oleh faktor kerununan belaka, tetapi ada banyak faktor yang menyebabkan penyakit ini terjadi pada anak, sehingga anak Anda menjadi lola (loading lambat). Ketika berinteraksi dengan masyarakat mengalami sebuah gangguan.

Autis merupakan kelainan psikis yang dimulai sejak anak-anak sampai dewasa karena kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi yang kurang. Ketika berinteraksi dengan orang lain, ia mengalami sebuah kecanggungan yang membuat mereka kaku, kemudian mereka menjadi seolah-olah terasing karena faktor dirinya sendiri. Autis bisa dialami siapa saja dengan kondisi lingkungan sosial yang beraneka ragam (Sudarwan Peggy, 2004).

Ketika lingkungan sosial menyisihkannya, bagaimana orang tua atau Anda sebagai orang yang mengerti anak tentang anak autis, bisa memperhatikan secara lebih detail, bisa memperhatikan yang layak, sehingga anak yang pada mulanya memiliki penyakit yang lemah responsibilitasnya, menjadi sangat kuat. Hanya saja Anda harus tahu bagaimana cara memperlakukan anak itu dengan sebaik-baiknya agar tidak terus menerus tertekan karena dicueki oleh lingkungannya.

Anda bisa membaca sendiri apa yang seharusnya Anda lakukan dalam kehidupan Anda sehingga Anda mam[u melakukan yang terbaik dalam kehidupan Anda. Anda pun bisa memperhatikan sesuatu yang terbaik dalam kehidupan Anda. Kalau Anda mencintai anak Anda yang sedang terkena autis, maka Anda akan mencoba mencarikan terapi agar anak Anda bisa kembali normal sebagaimana anak-anak pada umumnya.
Penelitian yang intensive di dunia medis pun dilakukan oleh para ahli. Dimulai dari hipotesis sederhana sampai ke penelitian klinis lanjutan. Dan setelah banyak membaca & mengamati, saya sebagai orang awam yg sederhana ini dapat menarik kesimpulan sementara, yaitu autis bukan karena keluarga (terutama ibu yg paling sering dituduh) yg tdk dapat mendidik penderita. Anak autis tidak memiliki minat bersosialisasi, dia seolah hidup didunianya sendiri. Dia tidak peduli dgn orang lain. Orang lain (biasanya ibunya) yg dekat dengannya hanya dianggap sebagai penyedia kebutuhan hidupnya.  Kalau Anda membaca buku Teory of Mind yg ditulis oleh seorang autis, akan mengetahui sejauh mana proses yang dialaminya sehingga ia tetap bertahan dalam kondisinya.

Bisa saja sejak lahir ia tidak mendapatkan perhatian yang cukup dari keluarganya sehingga ia justeru memiliki kelainan personalitas, yang justeru membuat ia sendiri merasakan bahwa dirinya terasing dari kumpulannya. Seorang anak yang merasa terasing dari kumpulannya, bakal melakukan sebuah antisipasi melalui pikiran-pikiran yang justeru bisa membebani jiwanya. Keadaan semacam itu menjadikan anak tidak memiliki mentalitas yang sehat.

Apalagi ketidak sempurnaan cara berbicara kadang mengundang tertawaan dari lingkungannya, teman-temannya sekelas maupun orang yang menjumpainya. Ketika lingkungannya memperlakukan secara tidak adil padanya, ia merasakan hidupnya setupa kehidupan yang sia-sia yang seolah-olah menjadi kehidupan yang hina dina. Tetapi bila orang tua mereka memberikan penyadaran pada anak tersebut ia tidak akan mengalami kondisi jiwa yang demikian, ia justeru akan menyadari kondisinya sebagai kodrat yang hars diterima dan ia harus optimis untuk sembuh.

Jarang sekali anak autis yang benar-benar diakibatkan oleh faktor genetis. Alergi memang bisa saja diturunkan, tapi alergi turunan tidak berkembang menjadi autoimun seperti pada penderita autis. Bisa dipastikan penderita autis terjadi kegagalan pertumbuhan otak yang diakibatkan oleh keracunan logam berat seperti mercury yang banyak terdapat dalam vaksin imunisasi atau pada makanan yang dikonsumsi ibu yang sedang hamil, misalnya ikan dengan kandungan logam berat yang tinggi (dr. Mismaka Kuncoro, 2000)
Karena itulah orang tua harus berhati-hati ketika mengkonsumsi makanan semenjak hamil, karena kesalahan konsumsi yang dialami Ibu akjan berakibat bagi ananknya, bahkan kefatalan yang terjadi bila Ibu tak menjaganya. Anda bisa mempelajari berbagai persitiwa yang tejadi pada masyarakat Anda, sehingga Anda bisa lebih hati-hati dalam menjalankan kehidupan Anda yang berkaitan dengan anak yang ada dalam kandungan Anda.

Sekiranya Anda bisa memahami semua faktor yang menyebabkan anak Anda menjadi anak autis, maka saya yakin Anda akan memperhatikan semua peristiwa itu dengan sebaik-baiknya. Anda bisa menjadikan kehidupan Anda menjadi lebih normal ketika anak Anda terselamatkan dari derita autis, Anda tidak akan mendapatkan pembicaraan-pembicaraan miring seputar kelakukan Anda yang berkaitan dengan penyakit anak Anda.

Terjadi kegagalan pertumbuhan otak karena nutrisi yg diperlukan dalam pertumbuhan otak tidak dapat diserap oleh tubuh, ini terjadi karena adanya jamur dalam lambungnya. Kalau Ibu sensitif terhadap kondisi anaknya, ia akan mengetahui bahwa ada suatu kelainan pada anaknya sehingga ia cepat-cepat memeriksakan  ke dokter. Dan atas sebab itu pula kemudian terjadi pergolakan yang signifikan antara anak dengan orang tua yang saling memberikan suplay kesehatan.

Kekurangan nutrisi ini bisa dipastikan akan menyebabkan anak Anda terkena penyakit autis, sehingga yang terjadi justeru personalitas yang kurang nyambung ketika berhadapan dengan orang lain. Anda bisa menambah nutrisi dengan mengkonsumsi susu agar suplay nutrisi ke otak bisa berkembang dengan baik. Karena itulah perkembangan itu bisa menyebabkan anak Anda bisa normal kembali, dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh Anda.

Banyak orang yang tidak mengerti apa yang sesungguhnya terjadi pada anaknya sehingga ia tidak melakukan antisipasi yang signifikan untuk keberlangsungan kesehatan anaknya. Janganlah Anda bersikap abai terhadap konsisi anak Anda karena penyakit autis ini biasanya bisa ditemukan oleh Anda semenjak masih kecil, bisa jadi umur 1,5 tahun-3 tahun. Kalau Anda menemukan gejala ini cepatlah Anda berupaya untuk terapi.
Gejala yang lain juga terjadinya autoimun pada tubuh penderita yg merugikan perkembangan tubuhnya sendiri karena zat-zat yg bermanfaat justru dihancurkan oleh tubuhnya sendiri. Imun adalah kekebalan tubuh terhadap virus/bakteri pembawa penyakit. Sedangkan autoimun adalah kekebalan yg dikembangkan oleh tubuh penderita sendiri yg justru kebal terhadap zat-zat penting dalam tubuh dan menghancurkannya (www.femina.com).

Ketika pertahanan tubuh Anda sudah sangat kuat, maka anak Anda akan menjadi kebal terhadap segala macam penyakit yang menggejala dalam dirinya sendiri. Anda pasti mengetahui bagaimana cara Anda mengembangkan Imun dan Autoimun dalam diri anak Anda berdasarkan saran yang disampaikan oleh dokter. Sebaiknya Anda banyak konsultasi sehingga Anda bisa mengkonsumsi makanan yang memperkuat Imun dan Autoimun.

Ketika Anda memiliki cara tersendiri untuk mengembangkan tubuh anak Anda dengan sebaik-baiknya, Anda bisa mengerti yang sesungguhnya apa yang harus Anda lakukan pada anak Anda sehingga anak Anda bisa menjadi lebih sehat dari kenyataan sebelumnya. cara inilah yang banyak dilakukan oleh manusia masa kini untuk menjadikan kehidupan anaknya lebih cerdas, sehat dan bersih dari berbagai penyakit.

Kalau Anda tidak mencoba untuk mengantisipasi sejak sekarang, Anda akan mengalami penyesalan ketika anak Anda betul-beetul terjangkit oleh berbagai penyakit yang bersarang dalam dirinya. Anda pun bisa mengerti apa yang sesungguhnya terjadi pada diri Anda. Orang yang memiliki cara hidup yang baik tentu saja mereka selalu memperhatikan interaksi kehidupannya dengan cara yang lebih nyaman dan aman.

Ketika Anda sendiri abai terhadap anak Anda, akhirnya tubuh anak Anda sebagai penderita menjadi alergi terhadap banyak zat yang sebenarnya sangat diperlukan dalam perkembangan tubuhnya. Dan penderita harus diet ekstra ketat dengan pola makan yang dirotasi setiap minggu. Soalnya jika terlalu sering dan lama makan sesuatu bisa menjadikan penderita alergi terhadap sesuatu itu. Autis memiliki spektrum yang lebar. Dari yang autis ringan sampai yang terberat. Termasuk di dalamnya adalah hyper-active, attention disorder, dll.

Setiap orang tua terkadang menjadi kebingungan, apakah anaknya terjangkit autisme atau tidak? Sehingga kebingungan itu bisa menyebabkan mereka abai terhadap berbagai macam kondisi dalam kehidupan anaknya. Karena itulah ada beberapa hal yang bisa dikenali oleh Anda melalui gejala-gejala berikut ini, diantaranya:

A. Gangguan pada bidang komunikasi verbal dan non verbal. 
 
Anak ini memiliki gangguan pada bidang komunikasinya, bisa saja ingin mengatakan kata “balon” menjadi ‘aon’. Semua anak kecil yang masih belum bisa bicara biasanya mengalami hal yang sama, tetapi ketika Anda bisa mencerna gejala yang ada di balik cara komunikasi anak Anda. Bisa jadi anak Anda berbicara tapi Anda tak bisa mendengar suaranya, seolah-olah ada masalah dengan pita suaranya.

Kalau Anda bisa mengerti apa yang sesungguhnya terjadi pada anak Anda, tentu saja Anda akan melihat lebig dalam gejala pada komunikasi anak Anda. Kalau gejala yang ada mendekati pada autisme pada bidang komunikasi ini, Anda bisa menyerahkannya pada dokter yang bisa memberikan terapi tentang autisme. Sebab jika Anda tidak mengobati lebih dini, besar kemungkinan penyakit yang lain akan muncul di buah hati Anda.

Semua orang tua tentu saja tidak ingin anaknya terjangkit penyakit ini, karena setiap orang tua selalu saja menginginkan agar anaknya bisa sehat, agar anaknya bisa melakukan yang terbaik dalam kehidupannya. Kalau Anda adalah orang tua yang perhatian pada buah hati Anda, Anda akan melakukan sesuatu yang terbaik bagi anak Anda. Saya yakin Anda bisa melakukannya dengan sebaik-baiknya. Adapaun gejala pada gangguan di bidang komunikasi verbal dan non verbal diantaranya :

1.    Terlambat bicara atau tidak dapat berbicara
 
Biasanya anak ini terlambat ketika berbicara seolah-olah lidahnya tersendat dan cara memandangnya memutar-mutar, menunduk dan melirik ke atas. Anak ini biasanya suka terdiam ketika teman-temannya yang lain berbicara, kemungkinan besar ketika ia tidak bisa berbicara dengan lancar, merasakan sesuatu yang minder, sehingga bagaimanapun cara berkomunikasi temannya terhadapnya seolah-olah masih membuatnya sakit.

Ketidaknyamanan dalam berbicara bukan hanya terjadi dikarenakan oleh faktor ia memiliki penyakit, tetapi ketika cara bicaranya tidak sempurna dan orang lain meletupkan kata-kata yang kurang sedap, justeru menjadikan dirinya kurang nyaman berhadapan dengan orang lain. Dan karena itulah kemudian ia menjadi mudah tersinggung dan membuat pikiran dan hatinya sakit. Kalau hati dan pikirannya sakit, yang terjadi justeru ia akan menimbulkan penyakit baru.

2.    Mengeluarkan kata–kata yang tidak dapat dimengerti oleh orang lain yang sering disebut sebagai bahasa planet.

Coba bayangkan, jika Anda menjadi orang tua dari anak Anda yang sedang terjangkit autisme, dan mendengar orang lain mengatakan pada anak Anda bahwa pembicaraannya tidak bisa dimengerti atau bahkan mengatakan dengan ketus “Bahasa planet!” apakah Anda sakit hati? Tentu saja Anda pasti sakit hati, Anda pasti mengalami beberapa kemungkinan yang membuat Anda bisa mengerti yang sesungguhnya ada di balik kehidupan Anda.

Kata-kata yang tidak dimengerti itu memunculkan sebuah tekanan tersendiri yang membuat jiwanya semakin tertekan. Si penderita akan merasa sakit hati ketika mengalami fase yang demikian. Segala maksud perkataannya tak ada yang mengerti, kalau ia minta minum, tak ada seorangpun yang mengerti bahwa ia sedang minta minum. Jika kondisinya begini, tentu saja Ibunya harus meladeninya secara ekstra. 

3.    Tidak mengerti dan tidak menggunakan kata-kata dalam konteks yang sesuai.

Karena otaknya sedang mengalami error, kecerdasannya untuk menangkap pembicaraan orang lain juga mengganggu. Biasanya ketika orang lain berbicara tentang sebuaj konteks ke barat, maka ia meresponnya ke timur. Kalau orang lain membicarakan tentang bola, ia meresponnya dengan bola mata. Respon itu kemudian mengundang tertawaan orang lain. Dan kenyataan itu sungguh membuat Anda sakit hati jika mempunyai anak yang demikian.

Anda harus melakukan terapi yang pas untuk menjadikan anak Anda sehat lagi sebagaimana anak-anak pada umumnya. Anda mencoba untuk membuktika dengan terapi kasih sayang yang Anda berikan pada anak autis, atau Anda mengajari secara personalitas beberapa macam interaksi yang bisa sesuai dengan lingkungan Anda. Tanpa adanya  pembinaan yang telaten dari Anda sendiri, sulit mengatasi berbagai macam problematika yang dialami oleh anak autis tersebut.

Sumber Gambar: medkes.com
4.    Bicara tidak digunakan untuk komunikasi.

Ketika anak autis sedang berbicara, biasanya ia berbicara dengans endirinya sesuai dengan yang ia pikirkan saat itu. Ia sudah mengalami gangguan komunikasi. Ketika kenyataan itu terjadi, Anda harus tanggap pada kondisi anak Anda, seharusnya Anda sudah melakukan konsultasi pada dokter, agar anak Anda bisa kembali normal dan sehat sebagaimana manusia pada umumnya. Dan tentu saja Anda juga menginginkan anak Anda sehat.

Jika Anda berupaya melakukan berbagai macam cara untuk mengatasi anak Anda ini, Anda akan mendapatkan hasil yang maksimal---dengan syarat Anda juga berusaha secara maksimal. Banyak orang yang melakukan upaya untuk menciptakan kehidupannya menjadi lebih intens, menjadikan kehidupannya sesuai dengan teman-temannya yang lain, hal itu dilakukan karena ia merasa malu dengan kondisinya saat ini. Apalagi anak autis yang susah berkomunikasi dengan orang lain.

5.    Meniru  beberapa anak yang pandai menirukan nyanyian, nada, tetapi ia tak mengerti kata-katanya.

Kalau ada anak-anak yang lain sedang bernyanyi menirukan gaya si penyanyi, ia juga ingin menirukannya, tetapi apa yang dilakukannya justeru semakin tidak dimengerti, karena cara bernyanyi dan tidak ada nilai seni yang terkandung di dalamnya. Kadang orang yang mendengarkannya bernyanyi merasakan sebel, atau merasakan benci karena bernyanyi tidak dengan cara yang baik. ya, apa bileh buat, karena kodrat yang menjadikan anak itu menjadi autis sehingga cara menirunya sangat tidak normal.

Kalau Anda berhadapan dengan anak yang begini, hendaklah Anda memberi motivasi dengan cara bertepuk tangan dan memberikan sanjungan bahwa apa yang dinyanyikannya sangat bagus. Meskipun Anda sendiri mendengarkannya sangat bosan. Untuk membangun mentalitas anak autis untuk selalu berbicara dan menirukan orang lain, memang butuh dibesarkan hatinya agar berani untuk mencoba.

6.    Kadang bicara monoton seperti robot.

Anak yang terkena gangguan autis, biasanya ketika bicara sangatlah monoton. Kalau ia berbicara dalam keadaan tegak, maka ia terus menerus tegak ketika bicara dengan satu pandangan, sehingga orang yang melihatnya seolah-olah lucu. Bahkan jika sampai ngiler ketika berbicara, lawan bicaranya bisa jadi mengalami rasa jijik untuk berinteraksi dengannya sehingga ia terus menerus menjadi orang yang terasing di kalangan sendiri.

Kalau Anda adalah orang yang memiliki panti asuhan, hendaklah anak yang begini ini segera Anda lakukan terapi, baik terapi yang dilakukan oleh diri Anda sendiri, maupun terapi yang dilakukan oleh orang lain. Jika Anda mencintai diri Anda dengan sebaik-baiknya, maka Anda tentu saja mencintai anak Anda, bagaimanapun kondisi anak Anda, tetaplah Anda akan memperhatikannya. Anda harus bisa menjadikan anak Anda sedemikian bangkit terus menerus.

7.    Mimik muka datar.

Anak yang terkena autis ini memiliki mimik muka yang datar. Dan bila ia berhadapan dengan sesuatu yang lucu di hadapannya, baginya tak ada reaksi apapun , karena ia tak memahami apa yang sesungguhnya menjadi kelucuannya. Jika anak Anda mengalami hal ini, berikan pemahaman pada anak Anda bahwa ada sesuatu yang lucu yang dibicarakannya sehingga anak Anda bisa mengerti juga apa yang sesungguhnya dibicarakan.

Peran Anda sebagai orang tua untuk mengajari anak Anda berinteraksi dan mengajari anak Anda menjadi kuat mentalnya ketika berhadapan dengan lingkungannya justeru menjadi faktor penting yang sepertinya harus terjadi. Kalau ia memiliki mentalitas yang minim, justeru semakin sulit untuk mengatasinya, karena perasaannya yang terakiti itu kemudian menjadi beban pikiran terus menerus yang membuat dirinya gampang tersinggung.

8.    Seperti anak tuli, tetapi bila mendengar suara yang disukainya akan bereaksi dengan cepat.

Pernahkah Anda melihat seorang anak yang dipanggil orang lain, ia diam saja seolah tak mendengar? Sepertinya ia menangkap suara, tetapi ia tidak mengerti, di mana arah tujuan suara itu. Anak itu mengalami gangguan pendengaran juga yang menyebabkan ia sulit mendengarkan atau sulit mengerti apa yang diungkapkan oleh orang lain. Gejala ini bisa saja berkaitan dengan syaraf yang melintang dari otak ke telinga.

Bila anak ini mendengar sesuatu yang membuat dirinya senang, maka ia akan mencerna dengan cepat. Misalnya ia senang mendengar kokok ayam, setiap ada kokok ayam di pagi hari, ia bisa merspon kokok itu dengan baik, bahkan ia akan menyahutinya dengan suara yang susah dimengerti pula. Karena itulah kemudian Anda bisa memposisikan anak Anda yang terserang penyakit autis itu dengan cara menandai, kapan ia bisa merespon dengan baik? setelah Anda menemukan, buatlah ia menyenangi segala sesuatunya.

B. Gangguan pada bidang interaksi sosial.

Ketika anak mengalami gangguan interaksi sosial, Anda akan merasa sakit, karena anak Anda tidak sama dengan teman-temannya yang lain. Luka hati yang kodrati inilah kemudian bisa dibuatkan sebuah cara tersendiri untuk berinteraksi dengan lingkungannya sehingga orang lain bisa mengerti apa yang sesungguhnya harus dilakukan dalam kehidupannya. Kalau Anda sadar tentang kondisi yang menimpa pada  anak Anda, Anda akan melakukan sesuatu yang terbaik bagi Anda.

Dr. Abdul Wahid (2000:57) mengatakan bahwa interaksi sosial anak autis bisa dilakukan dengan cara yang sederhana, dengan memahami bahasa tubuh dan bahasa kemauan yang dilontarkannya setiap hari. Orang yang ada di sekitarnya harus mendukung proses yang dijalaninya, jangan sampai ada yang mengolok-oloknya sehingga ketika ia mendengarnya membuat tersinggung dan menyebabkan sakit hati. Cara yang demikian bukan berupaya menyembuhkan, tetapi justeru menambah sakit dalam jiwanya.

Tentu saja orang yang mengalami gangguan interaksi sosial sedang kebingungan untuk mengungkapkannya dan membuat dirinya sakit. Orang yang ada di dekatnya bisa menjelaskan pada orang lain tentang sesuatu yang dikehendaki oleh anak autis itu. Hindarilah cara mentertawakannya di hadapan umum, sebab cara mentertawakan anak itu membuat anak tersebuat semakin sakit hati. Perlakukan ia dengan cara yang baik. Dan untuk mengenali anak autis, Anda bisa mengenali dengan melihat pada gangguan pada ionteraksi sosialnya, diantaranya :

Sumber Gambar : republika.co.id
1.    Menolak atau menghindar untuk bertatap muka.

Anak yang mengalami gangguan autis, biasanya menolak atau menghindar ketika diajak berbicara oleh orang lain, ia menghindari bertatap muka, karena ia merasa minder atas kondisi dirinya sendiri. Ketika terus menerus merasakan begini, anak justeru sangat sulit untuk mendapatkan terapi, karena dengan kondisi dirinya sendiri saja mereka tidak percaya diri. Kenyataan itu membuktikan bahwa Anda sebagai orang yang memiliki cara mencerna yang lebih baik.

Kalau anak itu sedang menghindar dari Anda, janganlah Anda mendekatinya, agar anak itu merasa terancam dengan kedatangan Anda. Bahkan jika Anda memaksanya, ia akan mempersepsi bahwa Anda adalah orang yang jahat. Kenyataan ini menimbulkan suasana yang kurang nyaman yang membuat anak itu lebih berpikir bahwa Anda adalah orang yang mengancam dirinya. hindarilah kenyataan itu sehingga anak Anda bisa berinteraksi dengan sebenar-benarnya.

2.    Anak mengalami ketulian.

Tentu saja interaksi sosial akan terhambat ketika diantara salah satu komunikan (pendengar) yang mengalami ketulian, biasanya ketika mengalami seperti ini, bicaranya akan menjadi ngelantur ke sana kemari. Dan inilah awal terjadinya proses sosial yang membuat dirinya menjadi tersinggung. Oleh karena itu, Anda sebagai orang yang bisa mengerti lawan bicara Anda yang mengalami autisme, hendaklah Anda memperlakukannya dengan cara yang istimewa.

Kalau Anda bersikap ketus dan berteriak-teriak sebegitu keras dengan mata melotot, membuat penderita autis kemudian menjadi sakit hati dan tertekan. Upayakan Anda menjadi mediator dari interkasi sosial yang diinginkan oleh anak autis tersebut, sehingga ia berani berbicara, minimal berbicara dengan Anda. apalagi jika Anda memiliki kerendahan hati untuk memperhatikan mereka secara lebih detail, Anda justeru akan semakin bisa dihormati oleh penderita autis itu.

3.    Merasa tidak senang dan menolak bila dipeluk.

Orag yang menderita autis tentu saja merasakan sesuatu yang lain dibandingkan dengan anak-anak pada umumnya. Jika Anda ingin memeluk anak yang terkena autisme, ia mencoba menolak dengan cara malu-malu apa yang Anda lakukan. Anehnya, anak ini memiliki rasa malu yang sama dengan orag yang normal, hanya saja caranya mengungkapkan tidak selancar orang normal, karena itulah kemudian Anda harus mengerti kondisinya.

Janganlah mencoba memeluknya jika membuat ia tersinggung pada perilaku Anda. Lakukan perbuatan yang disukai, perbuatan yang membuat hatinya menjadi tenang. Karena sesungguhnya orang yang berbuat sesuatu yang menjadikan orang lain senang merupakan perilaku positif yang akan berdampak baik bagi Anda. Jika Anda berhadapan dengan anak autis dan Anda memeluknya sedemikian rupa, tanpa melihat perasaannya, berarti Anda sedang mengabaikannya. 

4.    Tidak ada usaha untuk melakukan interaksi dengan orang.

Ketika anak autis mengalami berbagai macam tekanan lingkungannya, mengalami rasa malu yang berlebihan yang membuat dirinya tidak percaya diri di hadapan orang lain, maka yang terjadi justeru ia akan menutup diri. Ia akan bersembunyi di sebuah kamar, bahkan ketika ada seseorang yang datang untuk menjenguknya, ia menutup mukanya dengan tangannya. Hal ini terjadi tentu saja karena pengaruh perasaan dan hatinya yang tersakiti.

Oleh karena itulah kemudian Anda harus berupaya menjadikan anak autis itu selalu mencoba melakukan interaksi pelan-pelan dengan masyarakatnya. Anda harus mengajarinya pelan-pelan sehingga orang yang ada di hadapannya menjadi mengerti apa yang sesungguhnya terjadi pada anak itu. Kalau ada orang yang berbicara sembrono, Anda bisa mendekati orang yang berbicara itu dan Anda meminta orang itu tak mengulangi lagi pembicaraannya.

5.    Bila menginginkan sesuatu ia akan menarik tangan orang yang terdekat dan mengharapkan orang tersebut melakukan sesuatu untuknya.

Karena ia merasa tidak bisa melakukan interaksi sosial, apabila ia menginginkan sesuatu di hadapan banyak orang, ia akan menarik tangan orang yang duduk berdekatan dengannya. Dan cara menyampaikannya bisa saja dengan cara menunjukkan sesuatu yang diinginkan itu pada orang yang terdekat, sehingga orang itu berbuat apa yang diinginkannya. Bahkan jika di perkumpulan itu tak ada orang yang sama sekali mengenalinya, ia memilih untuk tidak datang.

Ketika orang lain berbuat sesuatu yang membuat dirinya menjadi senang, maka anak itu akan senang padanya. Ia akan menganggap orang yang membantunya telah membuatnhya senang. Jika pulang, ia akan mengatakan pada orang tuanya dengan bahasa isyarat yang bisa dimengerti orang tuanya bahwa ia telah dibantu oleh seseorang yang memiliki sifat yang baik. Dan bisa saja kesan tentang orang itu selamanya akan menjadi baik.

6.    Bila didekati untuk bermain justru menjauh.

Apabila Anda mendekati anak autis untuk melakukan permainan, maka ia akan semakin menjauh, apalagi Anda belum kenal dengannya. Ia merasa bahwa orang asing yang datang itu akan mengancam dirinya dan perasaannya. Karena itu pulalah, kalau ada permainan yang merupkan jenis terapi, hendaknya diberi pemahaman terlebih dahulu oleh orang yang paling dekat dengannya dalam keseharian, sehingga ia tidak merasa ketakutan.

Jika Anda memberikan pemahaman terlebih dahulu, ia mengerti maksud yang ingin dilakukan oleh Anda, maka justeru ia akan merasa senang berhadapn dengan Anda. Ia akan merasa senang dengan permainan-permainan yang Anda berikan pada mereka. anak autis memang membutuhkan perhatian yang khusus dari orang yang memiliki kepedulian, ia meminta perhatian agar dirinya menjadi orang yang bisa sembuh dan lebih baik ke depan.

7.    Tidak berbagi kesenangan dengan orang lain.

Jika ia sedang mengalami kesenangan, ia tidak bisa berbagi dengan yang lain, karena faktor komunikasi yang melemah dan membuat dirinya menjadi kurang nikmat dalam berinteraksi. Anda harus bisa menyadari apa yang seharusnya Anda lakukan ketika anak itu mendapatkan kesenangan, Anda sebagai orang yang normal harus memberikan perhatian dan mengucapkan selamat padanya dengan bahasa yang bisa dimengerti agar hatinya bisa senang dan tenang.

Jika Anda memberikan perhatian yang lebih padanya tentu saja ia akan berbuat sesuatu yang menyenangkan lagi bagi dirinya sendiri. Dan ia akan merasa optimis untuk melanjutkan kehidupan di dunia ini. Meskipun ia tidak berbagi kesenangan dengan Anda, hendaknya Anda bisa menyadari bahwa orang yang ada di hadapan Anda saat ini bukan manusia yang “normal”, melainkan sedang terjangkit penyakit autis. 

8.    Kadang mereka masih mendekati orang lain untuk makan atau duduk di pangkuan sebentar, kemudian berdiri tanpa memperlihatkan mimik apapun.

Meskipun ia sudah cukup dewasa, terkadang kelakukannya seperti anak kecil yang terbiasa duduk di pangkuan orang tuanya. Anak autis bisa saja melakukan yang demikian, meskip umurnya sudah mencapai 20 tahun. Ia bertingkah seperti layaknya anak kecil. Bahkan ketika berdiri, ia langsung lari dan pergi dari pangkuan orang tuanya, mengambiul sebuah permainan atau melakukan sesuatu yang menurutnya sangat menyenangkan.

Kenyataan seperti ini membuat dirinya menjadi sangat senang dan seolah-olah ia merasa diperhatikan oleh Ibunya sendiri. Biarkanlah jika anak autis melakukan sesuatu terhadap Anda, asalkan tidak melakukan sesuatu yang bersifat kriminal maupun membahayakan terhadap anak itu atau membahayakan terhadap Anda. Saya yakin Anda bisa bersikap lebih arif untuk melakukan semua ini dalam kehidupan Anda sehingga Anda menjadi orang yang bermanfaat. Upayakan sikap Anda selalu menyenangkan bagi anak autis yang Anda hadapi.

9.    Keengganan untuk berinteraksi lebih nyata pada anak sebaya dibandingkan terhadap orang tuanya.

Karena anak autis lebih bersikap tertutup, ia justeru menginginkan sebuah permainan bukan dengan teman-teman sebayanya, tetapi ia berupaya bermain dengan orang tuanya sendiri. Ia justeru lari ketika ada anak kecil seusianya yang mendekatinya, bisa jadi karena ia takut untuk bermain, takut untuk berinteraksi dengan teman-temannya yang lain. Kalau ada anak yang membuat masalah dengannya, ia akan cenderung menangis.

Jika orang tua masih membiarkan anaknya memiliki sifat tertutup diantara teman-temannya yang lain, maka bisa jadi selama-lamanya anak itu akan menjadi tertutup dan bahkan malu untuk berbuat sesuatu. Cobalah anak Anda yang terkena autis, dicoba untuk selalu diajak bermain dengan banyak temannya yang lain dengan dijaga oleh Anda. Kalau sekiranya ada kesempatan untuk meninggalkannya, hendaklah Anda meninggalkannya. Biarkan ia membaur dengan teman-temannya.

C.  Gangguan pada bidang perilaku dan bermain.

Anda bisa memahami bahwa anak autis akan mengalami kelainan perilaku dan cara bermain. Ia akan melakukan sesuatu yang ada dalam pikirannya sendiri. Kalau dalam pikirannya ia bermaksud untuk mengejar seorang temannya, ia akan mengejarnya, ia tak peduli meskipun yang dikejar itu berteriak-teriak karena ketakutan. Yang terpenting ia melakukan sesuatu yang membuat dirinya menjai senang. Ia tak peduli pada apa yang diakibatkannya.

Taufik Hakim (1995) mengatakan bahwa perilaku yang dilakukan oleh anak autis menunjukkan sebuah gejala yang memiliki kecenderungan untuk dirinya sendiri. Sebagai orang tua, Anda setidaknya mengerti apa yang sesungguhnya terjadi pada anak autis yang ada di hadapan Anda. sebab jika Anda tidak memiliki upaya untuk membaca dan berupaya untuk menyelesaikan masalah mereka, tentu saja mereka akan menderita.

Penderitaan yang dialami oleh anak itu menjadi derita Anda juga, sebab disinilah Anda bisa mengerti yang sesungguhnya peran Anda dalam melakukan antisipasi ke depan. Anda mengetahui berbagai gejala bukan hanya sekedar tahu, melainkan Anda berupaya untuk mencari terapi yang paling cepat yang bisa menyembuhkan penyakit yang diderita oleh anak autis itu. Bagaimanapun mereka adalah bagian dari Anda juga. Untuk mengenali gejala pada bidang perilaku dan cara bermain, diantaranya :

1.    Seperti tidak mengerti cara bermain, bermain sangat monoton dan melakukan gerakan yang sama berulang-ulang sampai berjam-jam.

Karena otaknya melemah, maka ia tidak memilikli kecerdasan dalam bertingkah termasuk cara bermain saja masih sangat monoton dan kaku, terkecuali ada orang yang mengajari cara bermain yang menarik. Tetapi terkadang ia tak bisa menangkap cara bermain yang dipelajarinya, ia tak bisa menangkap bahkan perilaku yang dilakukan dirinya sendiri. Anda bisa melihat caranya bermain dan perilaku sosial yang dilakukannya.

Cara bermain yang dilakukan berulang-ulang tentu saja karena ketidak mampuan otak mencerna permainan yang lebih bagus dari pada yang dilakukannya dalam kehidupannya. Ia melakukan berbagai macam perilaku yang menurut orang lain membosankan, tetapi menurutnya tidak, karena ia tak tahu lagi bagaimana cara mengembangkan permainan itu. Dan karena itulah ia kemudian terus menerus melakukan hal yang sama, asalkan dirinya sendiri menjadi senang.

2.    Bila sudah senang satu mainan tidak mau mainan yang lain dan cara bermainnya juga aneh.

Tersebab ia tidak memiliki cara bermain yang lebih baik dan otaknya tidak mampu mencerna permainan yang lebih menyenangkan padanya, maka ia tidak mau berpindah pada permainan lain. Kalau ia bermain mobil-mobilan, ia terus menerus akan bermain mobil-mobilan, sebab yang menjadikannya senang hanyalah mobil-mobilan. Besar kemungkinan jika ia diberi permainan lain, ia menjadi kurang senang.

Sebagai orang yang mengerti terhadap berbagai gejala yang ada dalam kehidupan Anda, Anda harus menyadari bahwa sesungguhnya Anda harus melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih menyenangkan bagi anak itu yakni dengan cara mengajari cara bermain yang lain yang membuat anak itu menjadi senang dan Anda bisa memasukkan nilai-nilai pendidikan ketika bermain, hal itu akan lebih menyenangkan  bila Anda jalankan terus menerus.

3.    Terdapat kelekatan dengan benda-benda tertentu, seperti sepotong tali, kartu, kertas, gambar yang terus dipegang dan dibawa kemana-mana.

Anak ini bila memiliki kedekatan pada sebuah benda tertentu, ia akan membawa benda itu kemana-mana. Dan ia akan marah jika ada seseorang yang tidak memperbolehkan untuk membawa benda itu. Kalau ia menyenangi sebuah gambar gunung, di mana-mana ia akan menggambar gunung. Kalau ia menyenangi gambar hewan, ia akan selalu membawa gambar itu dan bahkan ketika ia melihat hewan yang disenangi itu, ia akan menatapnya terus.

Mungkin orang yang melihatnya akan mempersepsi bahwa anak itu sudah gila, tetapi motivasi dari otaknya yang menyuruhnya untuk melakukan hal yang demikian. Dan karena itulah kemudian Anda bisa melakukan terapi yang paling baik terhadap anak itu. Atau bahkan Anda bertanya pada anak itu tentang makna yang ada di balik benda yang sedang dipegangnya itu. Karena itulah kemudian Anda menjadi mengerti apa yang sesungguhnya terjadi pada anak itu.

4.    Sering memperhatikan jari-jarinya sendiri, kipas angin yang berputar, air yang bergerak.

Karena ia tidak memiliki perhatian yang lain, ketika itu pula ia akan memperhatikan jemarinya untuk menunjukkan bahwa ada sesuatu yang dikerjakannya. Karena itulah kemudian orang lain akan menganggapnya sebagai orang yang memiliki aktivitas. Ia akan memperhatikan sesuatu yang ada di hadapannya secara detail, ia akan memperhatikan segala sesuatu yang membuatnya menarik. Mungkin saja ia akan selalu memperhatikan benda-benda yang menurut orang lain tidak penting.

Ketika seseorang memiliki rasa yang sama dengan anak autis itu, setidaknya memiliki perasaan sakit ketika berhadapan dengan alam sekitarnya, maka orang yang paling dekat dengannya harus memberikan perhatian yang baik padanya agar apa yang dideritanya sedikit bisa terselesaikan dengan adanya sumbangan perhatian dari Anda. Perilaku yang dilakukannya selama ini hanya berdasarkan kemampuan cerna otaknya.

5.    Anak dapat terlihat hiperaktif sekali, misal; tidak dapat diam, lari kesana sini, melompat-lompat, berputar-putar, memukul benda berulang-ulang.

Seorang anak yang terjangkit autisme biasanya memiliki gejala hiperaktif, aktivitas yang dilakukannya diluar kemampuan daya pikir Anda. Ketika ia melompat-lompat dan berputar-putar di hadapan Anda, mungkin saja Anda merasa khwatir jatuh. Tetapi dengan cara itu ia merasakan sebuah kesenangan yang lain dibandingkan dengan sebelumnya. Dan karena itulah ia melakukannya berulang-ulang dalam waktu yang sama.

Setiap orang pasti memiliki sebuah kesenangan. Anak autis juga memiliki kesenangan. Meskipun kesenangan yang digelutinya justeru membuat Anda sudah bosan. Tetapi Anda sebagai orang yang normal, Anda harus menghargainya. Kalau ia membutuhkan teman sebagai partner, Anda harus siap menjadi partner yang baik sehingga anak itu tidak menjadi murung dan dalam berbicara juga bisa menjadi lancar sebagaimana biasanya.

D. Gangguan pada bidang perasaan dan emosi.
 
Penderita autis memiliki gangguan perasaan yang cukup sensitif, apabila ada orang yang memperlakukannya secara tidak adil padanya, ia akan mengancam orang yang menyikitinya, bahkan ketika anak itu tersinggung, ia akan membenci orang yang menyinggungnya. Mungkin saja menurut orang lain hal itu tidak akan menimbulkan sakit hati, tetapi bagi anak itu justeru menimbulkan sakit hati. Karena itulah Anda bisa lebih hati-hati.

Menurut Abdul Hamid (2000), gangguan yang bergelayut dalam perasaan dan emosi anak autis kadang memiliki keanehan, sebab sesuatu yang menurut orang sehat tidak akan menyinggung, ternyata baginya bisa menyinggungnya. Hal itu membutuhkan scara penanganan tersendiri yang bisa membuat emosinya menjadi lebih sensitif. Jika ia terus menerus tersinggung, penyakitnya justeru akan semakin sulit untuk diantisipasi.

Upayakan orang yang ada di dekatnya selalu mengerti, perbuatan apa saja yang bisa membuatnya tersinggung dan perbuatan apa saja yang bisa membuatnya senang. Setidaknya Anda bisa melakukan sesuatu yang membuat Anda senang dan Anda bisa melakukan sesuatu yang bisa membuat anak itu betah dan tidak emosional terhadap Anda, agar segala sesuatu yang berkaitan dengan caranya berbicara bisa diantisipasi dengan baik.

1.    Tidak ada atau kurangnya rasa empati, misal melihat anak menangis tidak merasa kasihan, bahkan merasa terganggu, sehingga anak yang sedang menangis akan di datangi dan dipukulnya.

Karena anak autis memiliki gangguan dalam interaksi sosial, secara otomatis ia akan merasakan bahwa segala sesuatu yang tidak disenanginya akan dirasakan sebagai sebuah gangguan yang bisa membuatnya menjadi kurang baik. kurangnya rasa empati antara anak autis dan anak-anak yang lain, karena ia jarang membaur dengan lingkungannya, ia hanya akan berinteraksi dengan orang yang dianggapnya bisa menjadi teman baik baginya.

Bila ia tidak menyukai anak yang lain, ia akan memukulnya hingga anak itu menangis dan menangis semakin keras. Anda bisa melakukan sesuatu yang terbaik bagi Anda sepanjang kehidupan anak Anda yang terjangkit autisme. Anda harus mencoba menanamkan nilai-nilai yang tidak jahat, tidak kriminal pada anak tersebut sehingga anak yang pada mulanya tidak memiliki rasa pada lingkungannya bisa memiliki rasa empati.


2.    Tertawa-tawa sendiri, menangis atau marah-marah tanpa sebab yang nyata.

Anak itu akan tertawa-tawa sendiri, padahal tidak ada sesuatu yang membuatnya lucu. Mungkin saja sesuatu yang ada di kepalanya ada yang lucu, mungkin saja ia mengingat sebuah peristiwa lampau yang membuatnya tertawa, tetapi menurut orang normal, tertawa yang dilakukan oleh anak itu sudah mengandung kelainan dalam persepsi orang normal. Saya yakin Anda bisa menangkap hal ini pada anak yang yang mengalami autisme.

Ketika marah pada sesuatu, ia mengalami kemarahan yang tanpa sebab, seolah-olah asal marah saja sehingga menimbulkan berbagai macam pertanyaan bagi orang yang melihatnya. Mungkin orang yang melihat lebih melihat bahwa anak ini mengalami sinting, atau mengalami gangguan jiwa yang lebih dekat pada kegilaan. Ia hanya memiliki penyakit perasaan dan emosi yang tidak bisa dimanaj dengan sebaik-baiknya.

3.    Sering mengamuk tidak terkendali (temper tantrum), terutama bila tidak mendapatkan apa yang diingginkan, bahkan dapat menjadi agresif dan dekstruktif.

Ketika anak ini menginginkan sesuatu, seolah-olah harus terjadi, tidak boleh tidak harus dipenuhi keinginannya. Kalau anak ini ingin membeli mobil-mobilan, maka ia harus dibelikan mobil-mobilan, jika tidak ia akan mengamuk, ia akan marah dan sulit untuk selesai. Bahkan yang dikhawatirkan adalah kemarahan yang terjadi pada dirinya yang melibatkan perbuatan agrsifitas pada dirinya sendiri atau bahkan merusak sesuatu yang ada di sekitarnya.

Anak ini bisa diberi penyadaran oleh orang yang ada di sekitarnya dengan diberi nasehat pelan-pelan, dikaitkan dengan sesuatu yang menjadi permainannya. Artinya bahwa setiap permainan yang dimainkan oleh anak ini selalu dihubungkan dengan perilakunya setiap hari sebab di sini memiliki nilai tersendiri yang juga memiliki manfaat terhadap masa depan anak itu. Kalau Anda bisa mencerna perkembangannya, Anda akan melakukannya terus menerus.

Kebanyakan anak autis adalah laki-laki karena tidak adanya hormon estrogen yang dapat menetralisir autismenya. Sedang hormon testoteronnya justru memperparah keadaannya. Sedikit sekali penderitanya perempuan karena memiliki hormon estrogen yang dapat memperbaikinya. Memang berat dan sangat sulit menangani anak penderita autis yg seperti kerasukan setan ini. Perlu beberapa hal yg perlu diketahui, dipahami dan dilakukan bahwa anak autis tidak gila dan tidak kerasukan setan. Penanganan harus dilakukan secara medis dan teratur (Mesli Andira, 1999).

Penanganan secara medis bisa dilakukan pada penderita autis, tetapi juga jangan lupa sebelum penanganan medis dilakukan, Anda bisa menanganinya secara psikologis. Membangun kejiwaan dengan sebaik-baiknya merupakan salah satu langkah yang tepat yang bisa dilakukan oleh orang tua anak ini. berikan perhatian secukupnya dan tumpahkan rasa kasih sayang pada anak ini, sehingga ia betul-betul mengetahui bahwa dirinya membutuhkan terapi.

Ketika anak ini merasa malu berhadapan dengan lingkungannya, Anda sebagai orang tua harus bisa mengerti kondisinya dan cara menanggulanginya dengan cara yang lebih ceoat sehingga anak yang terjangkit penyakit itu lambat laun bisa sembuh. Saya yakin anak itu akan berani berbicara di hadapan orang banyak meskipun dengan tertatih-tatih, jika Anda membangun kejiwaaannya terlebih dahulu secara efektif.

Yang berkaitan dengan pembicaraan-pembicaraan yang kurang nyambung dengan lingkungannya bisa dilakukan terapi medis, karena hal ini sangat erat kaitannya dengan otak anak ini. Otak tidak terlalu kuat menyuplai informasi yang ditumpahkan pada perasaan sehingga terkadang terjadi kesalah pahaman yang membuat anak ini menjadi tersinggung dan pada akhirnya ia mengamuk, atau bahkan terjadi agresifitas.

Penderita autis sebagian dapat sembuh dengan beberapa kondisi, yaitu ditangani dan terapi sejak dini, masih dalam spektrum ringan, mengeluarkan racun atau logam berat dalam tubuh penderita (detoxinasi). Perlu pemahaman dan pengetahuan tentang autis dan ditunjang oleh kesabaran dan rasa kasih sayang dalam keluarga penderita. Terutama bagi suami-istri karena banyak kasus anak autis menjadi penyebab hancurnya rumah tangga. Terapi harus dilakukan terus menerus tidak terputus walau pun tingkat perkembangan perbaikan kondisi penderita dirasa tidak ada (Subashi, 1999:24).


Artikel Terkait:

0 comments :

Post a Comment