Home » » Mitos-mitos Kesehatan Seputar Mensturasi

Mitos-mitos Kesehatan Seputar Mensturasi

Diposkan oleh Kabar Bangsa pada Thursday, May 19, 2016 | 12:11 AM

Oleh : Felix Anggara

Menstruasi berasal dari sebuah kata dalam bahasa Latin, yaitu Mensis, yang berarti 'bulan'. Disebut menstruasi karena secara rata-rata menstruasi datang sekali sebulan. Dan “menstruasi” bulanan ini adalah siklus peristiwa di dalam tubuh yang dikendalikan oleh hormon-hormon. Cairan yang keluar saat menstruasi terdiri atas jaringan atau sel-sel yang berasal dari penebalan dinding rahim (yang disebut endometrium), darah dan mukus. Dan cairan yang keluar itu kira-kira 200-250 ml perhari, atau sebanyak setengah gelas. Dari jumlah itu, kira-kira 35-60 ml atau tiga sendok makan, berupa darah.

Seorang perempuan pertama kali mengalami menstruasi mulai pada usia 9 sampai 12 tahun. Tapi pada umumnya, rata-rata perempuan menstruasi pertamanya terjadi pada usia 11 tahun. Menstruasi merupakan satu siklus yang terjadi setiap bulannya pada kaum hawa sebelum mengalami menopause. Seperti dikutip dari buku Kesproholic seri 2: Mitos seputar masalah seksual dan kesehatan reproduksi, Jum’at (22/1/2010) ada beberapa mitos seputar menstruasi yang tidaklah benar, yaitu:

Mitos 1: Menstruasi Membuat Tubuh Menjadi Lemah.

Hasil penelitian menyebutkan bahwa darah menstruasi yang keluar banyaknya kira-kira hanya 150 ml atau sekitar empat sampai enam sendok saja. Jadi tidak benar kalau tubuh akan menjadi lemas hanya karena Anda sedang menstruasi.

Mitos 2: Sedang menstruasi berarti sedang sakit.

Justru sebaliknya, menstruasi adalah proses alami yang dialami oleh setiap perempuan produktif. Menstruasi berarti perempuan tersebut sehat dan sistem reproduksinya bekerja dengan normal sebagaimana mestinya.

Sumber Gambar: viva.co.id
Mitos 3: Ingin menstruasi lancar, sering-seringlah minum soft drink.

Banyak yang percaya selain memperlancar keluarnya darah, minum soft drink juga dapat mengurangi rasa sakit perut. Sebenarnya belum ada penelitian khusus mengenai hal ini. Sakit tidaknya perut saat menstruasi atau lancar tidaknya darah menstruasi yang keluar semua itu dipengaruhi oleh hormon serta faktor psikis seseorang. Menstruasi adalah proses luruhnya dinding rahim sebagai akibat tidak adanya pembuahan. Sakit tidaknya atau lancar tidaknya proses ini selain dipengaruhi oleh hormon juga dipengaruhi oleh faktor psikis. Karena itu tidak ada hubungan antara minuman bersoda dengan menstruasi yang lebih cepat.

Minum soda saat datang bulan dipercaya mampu memperlancar haid perempuan. Itu adalah salah satu mitos yang paling banyak dipercaya kaum hawa. Apa lagi mitos seputar haid? Keluhan nyeri haid juga disebabkan oleh faktor posisi rahim. Bila posisi rahim menyebabkan leher rahim (saluran keluarnya darah haid) terjepit, maka akan menimbulkan keluhan nyeri. Obat-obatan tertentu bisa memperpanjang atau memperpendek lamanya hari menstruasi.

Mitos 4: Memakai pembalut saat menstruasi bisa menyebabkan kemandulan.

Secara medis justru merupakan metode selama masa menstruasi agar tetap bersih dan tidak lembap. Pada dasarnya semua pembalut itu sehat, tetapi sebagian perempuan ada yang juga mengalami alergi dan iritasi. Hal ini dikarenakan sensitivitas organ kelamin setiap perempuan berbeda. Oleh karena itu disarankan agar saat menstruasi mengganti pembalut sesering mungkin (idealnya setiap 4 jam), terutama ketika sedang banyak-banyaknya keluar darah menstruasi dan setelah buah air kecil atau besar. 3. Memakai pembalut saat menstruasi bisa menyebabkan kemandulan.

Secara medis pembalut merupakan sarana yang membantu seseorang agar tetap bersih dan tidak lembab selama menstruasi. Pada dasarnya semua pembalut itu sehat, tapi sebagian perempuan ada juga yang mengalami alergi atau iritasi. Ini dikarenakan sensitivitas dari organ kelamin setiap orang berbeda-beda. Karena itu disarankan agar setiap menstruasi mengganti pembalut sesering mungkin (idealnya setiap 4 jam).

Mitos 5: Saat menstruasi dilarang berenang.

Selama memakai pembalut dan tidak merasa risih, berenang saat menstruasi boleh-boleh saja dilakukan. Dan ini sama sekali tidak berpengaruh pada kesehatan. Sebagai saran, jika perut merasa kram, barulah hentikan aktivitas berenang. 4. Tidak boleh berenang saat menstruasi. Selama perempuan memakai pembalut dan tidak merasa risih, maka berenang saat menstruasi boleh-boleh saja dilakukan. Hal ini tidak akan mempengaruhi kesehatan. Tapi jika perut terasa kram, sebaiknya hentikan aktivitas berenang.

Mitos 6: Menstruasi yang normal itu lamanya pasti seminggu.

Tentu saja pendapat ini salah. Setiap perempuan pasti memiliki masa menstruasi yang berbeda dan tidak selalu harus tujuh hari. Perempuan yang memiliki masa menstruasi tiga, empat atau lima hari masih dianggap normal

Mitos 7: Jangan minum es saat menstruasi.

Sesungguhnya air dingin tidak memiliki apapun saat menstruasi. Terutama efek menghambat aliran darah, selama tidak merasakan sakit ataupun perut kembung, minum air es sah-sah saja. (sumber: buku Kesproholic, Tim Mitra Inti). Air dingin tidak memiliki efek apapun saat menstruasi. Selama tidak merasakan sakit atau perut kembung, maka minum air es sah-sah saja.

Mitos 8: Perempuan remaja yang belum menstruasi tidak dapat hamil.

Mitos ini sangat kuat melekat di masyarakat, padahal pernyataan ini tidaklah benar. Kehamilan itu berkaitan dengan ovulasi (matangnya sel telur). Beberapa remaja bisa saja mendapatkan menstruasi sebelum masa ovulasi, bersamaan saat tubuh beradaptasi dengan tingkatan hormon. Tapi beberapa remaja lainnya ada yang mengalami ovulasi terlebih dahulu sebelum menstruasi. Jadi bisa saja terjadi kehamilan sebelum mendapat menstruasi pertama.

Bila siklus haid sudah berlangsung, yaitu saat memasuki usia akil baligh maka sel telur sudah dipersiapkan setiap siklusnya. Tapi karena masih dalam proses awal, seringkali pematangan sel telur belum terjadi secara sempurna sehingga menyebabkan haid tidak teratur. Terjadinya haid bisa berarti sudah dihasilkannya sel telur (ovulatoar) atau bisa juga tanpa sel telur (anovulatoar).


Artikel Terkait:

0 comments :

Post a Comment