Home » » Dosen IAIN Salatiga Kritik Gaya Hidup Para Elite Politik

Dosen IAIN Salatiga Kritik Gaya Hidup Para Elite Politik

Diposkan oleh Kabar Bangsa pada Thursday, September 29, 2016 | 8:50 AM

KABARBANGSA.COM---Salah satu dosen IAIN Salatiga Jawa Tengah Ahmad Faidi M. Hum melancarkan kritik yang cukup pedas terhadap sebagian besar elite politik yang hidup berfoya-foya dan seolah lupa bahwa jabatan yang mereka emban tak lain adalah amanah rakyat.

Sumber Gambar: dok. kabarbangsa.com/yus
"Pernahkah kita melihat para elite politik di negeri ini hidup sederhana? Tentu sangat sulit atau bahkan memang tidak ada. Sebaliknya, betapa banyak kita lihat para elite politik itu hidup mewah. Rumah-rumah yang mentereng, mobil mewah, dan pakaian yang tentu saja mahal-mahal. Gaya hidup para elite politik sudah bergeser, dari yang semula “sederhana” menjadi “serba mewah”. Itulah yang terjadi saat ini," ujarnya saat ditemui di Salatiga, Kamis (22/9) kemarin.

Baca juga: Marwini, Intelektual dan Dosen Terbang Penuh Semangat

Dosen yang juga penulis buku "Jejak Pengasingan Para Tokoh Bangsa (2014)" ini mengungkapkan bahwa fenomena tersebut tidak bisa dipandang biasa-biasa saja. Menurutnya, kita sebagai rakyat tidak bisa memaklumi begitu saja dengan fenomena life style para elite politik. Sebab, di satu sisi mereka adalah sosok-sosok yang diharapkan dapat memperjuangkan aspirasi rakyat atau diharapkan menjadi “penyambung lidah” rakyat.

"Bagaimana mungkin misi memperjuangkan hak-hak rakyat dapat diwujudkan jika mereka terjebak ke dalam gaya hidup yang serba mewah? Bagaimana mungkin kepentingan rakyat dapat diperjuangkan jika mereka memperioritaskan banyaknya harta dari pada hidup sederhana?," tegasnya.

Ahmad Faidi sangat menyayangkan gaya hidup para elite politik yang tidak lagi sederhana. Menurutnya, gaya hidup sederhana kini tak lagi dijadikan pedoman. Kini, elite-elite politik lebih suka hidup mewah dan berfoya-foya. "Sangat tidak etis jika ada politikus atau pemimpin yang hidup serba mewah atau suka foya-foya, sementara di luar sana masih terdengar jeritan rakyat miskin," pungkasnya. (Yus/Naja/Red)***


Artikel Terkait:

0 comments :

Post a Comment