Home » » Abdul Waid: Film Porno Akan Terus Meningkat

Abdul Waid: Film Porno Akan Terus Meningkat

Diposkan oleh Kabar Bangsa pada Friday, October 14, 2016 | 10:18 AM

KABARBANGSA.COM---Film porno sampai saat ini masih menjadi tontonan favorit di mana-mana. Terutama kalangan anak-anak muda yang masih "penasaran" dengan "adegan panas" tanpa sensor itu. Sejak kran teknologi terbuka untuk diakses, kita seperti dimanjakan dalam menjaring sebanyak informasi yang kita butuhkan. Tetapi, satu hal yang sampai saat ini cukup diresahkan terutama oleh orangtua ialah membanjirnya film porno. Di mana-mana kita bisa mengakses film biru itu, tidak terkecuali anak-anak di bawah umur.

Sumber Gambar: dok.kabarbangsa.com/yus
Salah satu pengamat pendidikan dan teknologi informasi Abdul Waid mengatakan, dalam beberapa tahun ke depan produksi film porno akan terus meningkat. "Film porno tidak hanya selesai sekali ditonton. Persis seperti menghisap rokok, orang yang hanya sekali menonton, bisa dibuat kecanduan hingga merasa tidak puas jika hanya sekali saja menontonnya," ujarnya kepada kabarbangsa.com

Abdul Waid yang juga berprofesi sebagai dosen di salah satu universitas di Kebumen Jawa Tengah memprediksi dalam beberapa tahun ke depan film porno akan terus meningkat dan anak-anak akan semakin tidak terkendali. Menurutnya, salah satu faktornya ialah karena berkembangnya teknologi informasi serta kurangnya kontrol dari orangtua.

Selain itu, Abdul Waid juga mengatakan bahwa efek yang akan ditimbulkan film porno banyak sekali. Dari masalah moral hingga masalah kesehatan. "Jika imbasnya pada moralitas, tentu kita sudah mengetahuinya. Namun, secara kesehatan dan mental akan berakibat fatal pada menurunnya kecerdasan dan fungsi-fungsi otak," terangnya.

Karena faktor-faktor itulah Abdul Waid semakin yakin bahwa dengan menyaksikan film atau video porno, bagian otak yang memproses rangsangan visual hanya sedikit bekerja. "Menonton film porno yang seringkali membuat mata kita tak berkedip, menunjukkan betapa tontonan berbahaya itu benar-benar memerlukan intensitas tinggi pada indera penglihatan. Di sinilah letak bahayanya," katanya.*** (yusri/sus/jri)


Artikel Terkait:

0 comments :

Post a Comment