Home » » The Lost World, Arsitektur dan Pelestarian Alam

The Lost World, Arsitektur dan Pelestarian Alam

Diposkan oleh Kabar Bangsa pada Sunday, October 15, 2017 | 10:51 AM

KABARBANGSA.COM---Dalam perencanaan sebuah bangunan, memperhatikan faktor keseimbangan alam menjadi penting untuk terus menjaga alam tetap lestari. Dengan tema The Lost World, Seminar Nasional SCAN#7 mengajak untuk mengungkap kembali makna arsitektur dari cara pandang arsitek maupun peneliti dalam memahami ruang arsitektur dari perspektif sosial, budaya, psikologi, ekologi, dan teknologi.

SCAN (Sustainable Culture, Architecture, and Nature) merupakan seminar nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Arsitektur Universitas Atma Jaya Yogyakarta. SCAN telah tujuh kali diselenggarakan di UAJY. Kegiatan SCAN#7 diselenggarakan pada hari Kamis (20/10) di Auditorium Gedung Thomas Aquinas, Kampus II UAJY
Sumber Gambar: dok.kabarbangsa.com/uajy

Kegiatan SCAN#7 ini menghadirkan tiga pembicara dengan topik berbeda. Lucia Asdra Rudwiarti, Ph.D dari UAJY menyampaikan, “pemikiran filosofis tentang kearifan lokal dan ilmu pengetahuan modern yang mampu menjamin keberlanjutan kebudayaan, arsitektur & alam”. Kemudian Abdulah Azwar Anas, S.Pd., S.S., M.Si. selaku Bupati Banyuwangi menjelaskan,  “konsep, strategi dan kebijakan pemanfaatan kearifan lokal dan ilmu pengetahuan modern yang menjamin keberlanjutan kebudayaan, arsitektur & alam”. Arsitek Praktisi dari Bali, Gede Kresna Nata Dwijaksara, menawakan gagasan, “belajar dari praktek penerapan kearifan lokal dan ilmu pengetahuan modern yang mendukung dan menjamin keberlanjutan kebudayaan, arsitektur & alam”.

Pada kesempatan ini Bupati Banyuwangi Abdulah Azwar Anas mencontohkan proyek pembangunan di Banyuwangi yang tetap melestarikan alam. Proyek pembangunan ini berkaitan dengan Banyuwangi yang kini telah menjadi kota pariwisata. “Tidak ada pembangunan mall yang menjadi gaya hidup di masyarkat, serta tidak ditentukan penghasilan perkapita dari mall tersebut”, kata Abdulah.

Abdulah juga mengungkapkan bahwa di Banyuwangi terdapat pembangunan retail seperti Indomaret dan Alfamart, namun pendapatan masih tetap stabil. Selain itu, terdapat pula pembangunan yang ramah lingkungan. “Ada pembangunan yang tidak menggunakan pendingin ruangan (AC) namun menggunakan kolam agar suasana menjadi dingin”, lanjutnya.

SCAN#7 juga dihadiri oleh peserta pemakalah yang telah diterima dari tigas sub-tema yaitu Phylosophical advances in integrating culture, architecture and nature, Days of future past policies in achieving environmentally sustainable, dan Practical endeavor in harmonizing local wisdom, technology and built environment. Keseluruhan karya tersebut nantinya akan diproses menjadi proseding yang memiliki ISBN. (fik/har/Setia Nugraha)



Artikel Terkait:

0 comments :

Post a Comment