SURABAYA – Aliansi Rakyat Indonesia Emas (ARIES) Jawa Timur menyampaikan kritik terhadap respons Bank Jatim terkait polemik pengadaan kain batik untuk seragam jemaah haji tahun 2026.
Ketua ARIES Jawa Timur, Abu Hasan, menyampaikan bahwa pihaknya berharap ada penjelasan yang lebih terbuka dari Bank Jatim mengenai persoalan yang berkembang, khususnya terkait proses tender pengadaan kain batik seragam jemaah haji yang dinilai masih menimbulkan sejumlah pertanyaan.
Menurut Abu Hasan, lambannya klarifikasi dari pihak terkait membuat polemik tersebut terus bergulir dan memicu kekhawatiran di kalangan pihak yang terlibat dalam proses tersebut.
“Kami berharap ada langkah penyelesaian yang jelas dan transparan dari pihak terkait agar persoalan ini tidak berlarut-larut,” kata Abu Hasan, Sabtu (7/3/2026).
Ia juga menyarankan agar proses tender pengadaan seragam jemaah haji 2026 dapat ditinjau kembali sementara waktu hingga seluruh persoalan yang dipersoalkan mendapatkan penjelasan yang terang.
Menurutnya, langkah tersebut dinilai penting guna menjaga proses pengadaan tetap berjalan secara transparan dan akuntabel.
Selain itu, Abu Hasan juga menyinggung kemungkinan adanya dampak terhadap sejumlah pihak yang selama ini terlibat dalam proses pengawalan persoalan tersebut.
ARIES, kata dia, telah melakukan berbagai langkah advokasi, termasuk berkoordinasi dengan sejumlah pihak di tingkat pusat untuk menyampaikan aspirasi terkait persoalan ini.
Ia menyebutkan bahwa pihaknya telah beberapa kali melakukan kegiatan di Jakarta untuk berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk mengikuti sejumlah rapat lanjutan serta proses administrasi surat menyurat yang berkaitan dengan isu tersebut.
“Seluruh kegiatan itu tentu membutuhkan biaya operasional. Karena itu kami berharap ada perhatian dan penyelesaian yang adil bagi semua pihak,” ujarnya.
Abu Hasan juga menyampaikan bahwa pihaknya membuka kemungkinan melakukan aksi penyampaian aspirasi apabila dalam waktu ke depan belum ada respons yang dinilai memadai dari pihak terkait.
“Kami sedang mempertimbangkan berbagai langkah, termasuk kemungkinan aksi penyampaian aspirasi. Massa yang siap bergabung diperkirakan bisa mencapai sekitar 2.000 orang,” katanya.
Menurut Abu Hasan, langkah tersebut merupakan bentuk upaya untuk mendapatkan kejelasan atas persoalan yang mereka anggap merugikan pihaknya dalam proses tender pengadaan kain batik seragam jemaah haji 2026.
“Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara terbuka sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari,” pungkasnya.
(Muzamil)






