BANGKALAN – Semangat menyambut bulan suci Ramadan terasa hangat di lingkungan UPTD SDN GILI timur 3 Kamal, Kabupaten Bangkalan. Melalui kegiatan Pondok Ramadan, sekolah ini berupaya menanamkan nilai-nilai ketakwaan sekaligus membentuk karakter religius siswa sejak usia dini.
Dalam hal itu kepala sekolah SDN GILI timur 3 Elly sapa akrabnya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar pendidikan spiritual yang tak terpisahkan dari proses belajar mengajar.
“Kegiatan ini untuk meningkatkan ketakwaan siswa-siswi dalam menyambut bulan Ramadan,” ujarnya singkat namun penuh makna.
Pondok Ramadan diisi dengan berbagai materi keagamaan seperti shalat Dhuha bersama dan pembiasaan membaca Al-Qur’an, lomba keagamaan , praktik wudhu dan shalat yang benar, hingga penanaman adab sehari-hari.
Suasana kelas berubah menjadi ruang refleksi, tempat anak-anak belajar bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang nilai dan akhlak.
Latar Belakang Pelaksanaan
Secara substansi, pelaksanaan Pondok Ramadan di sekolah dasar berangkat dari kesadaran bahwa pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan pendidikan akademik. Ramadan menjadi momentum tepat untuk memperkuat pembinaan mental-spiritual siswa.
Dalam konteks pendidikan nasional, kegiatan keagamaan seperti Pondok Ramadan juga sejalan dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila khususnya pada dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. Sekolah memanfaatkan bulan suci sebagai ruang pembelajaran kontekstual, di mana siswa tidak hanya memahami teori, tetapi mempraktikkan langsung nilai-nilai ibadah dan kebersamaan.
Pondok Ramadan memiliki sejumlah keutamaan, di antaranya Menanamkan kebiasaan ibadah sejak dini, sehingga nilai religius menjadi bagian dari karakter anak. Membangun kedisiplinan dan tanggung jawab, melalui jadwal kegiatan yang terstruktur. Mempererat ukhuwah (kebersamaan) antar siswa dan guru. Menciptakan suasana sekolah yang religius dan harmonis.
Lebih dari sekadar agenda tahunan, kegiatan ini menjadi ruang pembentukan moral yang konkret. Di tengah tantangan era digital dan arus informasi yang deras, Pondok Ramadan menjadi penyeimbang menguatkan fondasi spiritual anak-anak.
Adapun target yang ingin dicapai dari pelaksanaan kegiatan ini antara lain Meningkatnya pemahaman siswa terhadap makna Ramadan. Tumbuhnya kesadaran menjalankan ibadah secara mandiri. Terbentuknya sikap santun, disiplin, dan empati dalam kehidupan sehari-hari.
"Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih anak untuk bersabar, jujur, dan disiplin. Anak-anak belajar mengendalikan keinginan, menahan emosi, serta memahami arti berbagi kepada mereka yang membutuhkan".
Dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, nilai puasa dapat diterapkan melalui sikap tertib, tidak mudah marah, saling membantu teman, dan menjaga tutur kata. Dengan demikian, puasa menjadi pembelajaran karakter yang nyata, bukan hanya ritual tahunan.
Keberhasilan menanamkan rasa syukur dan makna puasa pada anak sangat bergantung pada peran guru dan orang tua sebagai teladan. Anak akan meniru apa yang mereka lihat. Jika guru dan orang tua membiasakan bersikap sabar, bersyukur, dan sederhana, maka anak pun akan mengikuti.
Kolaborasi antara sekolah dan keluarga sangat diperlukan agar nilai-nilai tersebut tidak hanya dipelajari di kelas, tetapi juga dipraktikkan di rumah. Tandaanya
Elly menambahkan yg mana program tahunan ini diakhiri dengan buka bersama antara guru, komite sekolah serta siswa - siswi dari kelas 3 sampai kelas 6. Tambahnya.






