Serang — Di tengah perhatian pemerintah terhadap stabilitas pangan nasional, Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Daerah Pemilihan Banten II Annisa Mahesa turun langsung meninjau kondisi stok beras di Gudang Bulog Desa Singamerta, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Rabu (29/4/2026).
Kunjungan legislator muda Partai Gerindra itu turut didampingi jajaran Anggota DPRD Fraksi Partai Gerindra Kabupaten Serang serta pihak Bulog, di antaranya Pimpinan Wilayah Bulog DKI dan Banten Taufan Akib serta Pimpinan Cabang Bulog Serang Eko Nugroho.
Dalam peninjauan tersebut, Annisa mendapatkan pemaparan mengenai kualitas dan jenis beras yang tersimpan di gudang Bulog, mulai dari cadangan beras pemerintah hingga beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dapat diakses masyarakat dengan harga Rp12.500 per kilogram.
Selain itu, tersedia pula bantuan pangan berupa beras kemasan 10 kilogram yang telah disalurkan kepada masyarakat desil 1 hingga 4 untuk periode Februari dan Maret 2026.
Gudang Bulog tersebut juga menyimpan hasil serapan gabah petani lokal serta stok beras premium produksi PT Wilmar yang diolah menggunakan teknologi modern. Langkah itu dinilai menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas sekaligus memastikan keberagaman pasokan pangan bagi masyarakat.
"Tadi Pihak Bulog menjelaskan, penyaluran bantuan dan komoditas subsidi dilakukan berdasarkan data pemerintah secara by name by address guna memastikan bantuan tepat sasaran, kata kader dari partai Gerindra yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto
Komoditas seperti beras SPHP dan MinyakKita terus didistribusikan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang di pasaran. Pengawasan distribusi dilakukan secara terpadu bersama Dinas Perdagangan, kepolisian, dan instansi terkait melalui inspeksi rutin ke pasar maupun toko.
Annisa Mahesa mengapresiasi kinerja Bulog dalam menjaga stabilitas pangan dan memastikan distribusi berjalan baik.
“Saya cukup puas. Tadi saya sempat mengecek langsung kualitas berasnya dan hasilnya sangat baik. Stok di Serang juga sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan beberapa bulan ke depan,” ujar Annisa.
Menurut kader muda Partai Gerindra itu, pengawasan langsung penting dilakukan agar ketersediaan pangan tetap aman dan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Ini bagian dari komitmen kami untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman dan tersedia,” tutup Annisa.
Dalam mendukung petani lokal, Bulog menerapkan sistem “jemput bola” dengan mendatangi langsung wilayah panen agar petani tidak bergantung kepada tengkulak. Melalui koordinasi bersama Dinas Pertanian dan penyuluh lapangan, Bulog memantau jadwal panen dan siap menyerap hasil produksi petani, termasuk dalam jumlah kecil.
Secara nasional, target pengadaan beras tahun ini mencapai 5 juta ton, meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar 4 juta ton. Provinsi Banten sendiri masuk dalam 10 besar nasional pengadaan beras dengan kontribusi signifikan dari hasil produksi lokal.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, total cadangan pangan yang tersedia mencapai sekitar 234 ribu ton, termasuk 38.610 ton yang tersimpan di wilayah Serang. Jumlah tersebut dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.






