Iklan

 


 


Prabowo Saksikan Kerja Sama Danantara–Arm Limited Inggris, Bidik Jadi Pemain Industri Chip Global*

Selasa, 24 Februari 2026, Februari 24, 2026 WIB Last Updated 2026-02-24T13:44:19Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 *


*London* — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan kerangka kerja antara Danantara dan Arm Limited di London, Inggris. Kerangka kerja ini di antaranya memperkuat visi Indonesia dalam penguasaan teknologi semikonduktor atau chip.


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis agar Indonesia dapat menguasai teknologi semikonduktor dari sisi hulu. Hal ini sekaligus menjadi langkah awal Indonesia untuk menjadi pemain chip global.


“Ini merupakan kerja sama agar Indonesia bisa menguasai teknologi semikonduktor. Dan Arm sendiri adalah salah satu perusahaan yang menguasai pasar semikonduktor, terutama dari segi desain. Jadi, ini yang paling hulu dari industri semikonduktor itu sendiri,” ujar Airlangga usai penandatanganan Signing Ceremony Framework Agreement between Indonesia & Arm Limited di London, Senin (23/2) waktu setempat.


Perlu diketahui, Arm Limited merupakan perusahaan teknologi ternama asal Inggris yang kini menguasai sekitar 96 persen teknologi chip untuk otomotif serta hampir 94 persen pasar data center atau AI di tingkat global.


Pada kesempatan yang sama, Airlangga menjelaskan bahwa melalui kerja sama ini Indonesia akan melakukan pelatihan terhadap 15.000 insinyur dalam ekosistem Arm.


“Diharapkan Indonesia bisa melakukan pelatihan terhadap 15.000 insinyur kita di dalam ekosistem Arm agar mereka bisa menguasai teknologi desain chip,” jelasnya.


Lebih lanjut, Airlangga mengatakan, sesuai arahan Presiden Prabowo, rencana kerja sama tersebut juga akan dilanjutkan ke tahap pengembangan chip yang lebih canggih. Dengan demikian, Indonesia nantinya akan memiliki kemampuan dalam bidang desain dan teknologi semikonduktor secara mandiri.


“Ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden untuk penguasaan teknologi secara mandiri, terutama di sektor elektronik yang sangat strategis. Ini melengkapi sektor ketahanan pangan, ketahanan energi, dan juga menjadi lompatan (leapfrog) dalam ekosistem digital,” ujar Airlangga.


Pada kesempatan yang sama, CEO Danantara, Rosan Roeslani menjelaskan, dalam pengembangan chip ini Indonesia membidik enam pasar industri, yakni teknologi otomotif, internet of things, data center, peralatan rumah tangga (home appliances), autonomous vehicle (kendaraan otonom), dan quantum computing.


“Memang akan ada enam industri yang dipilih untuk pengembangan chip ini. Dan rencananya juga, seperti yang disampaikan Pak Menko, ada 15.000 insinyur kita yang akan dilatih oleh Arm, baik dengan mengirimkan mereka ke sini ataupun pengajar mereka datang ke Indonesia dengan modul-modulnya,” ujar Rosan.


Rosan menambahkan, kerja sama ini diharapkan dapat mendorong lompatan besar bagi industri semikonduktor Indonesia.


“Harapannya, ini akan menciptakan lompatan bagi industri semikonduktor yang ada di Indonesia. Danantara akan menjadi leading sector dalam hal ini. Kami meyakini ini merupakan program yang sangat positif sehingga dapat memberikan kedaulatan (sovereignty) bagi Indonesia,” pungkas Rosan.

Komentar

Tampilkan

Terkini