Pemerintah Ucapkan Belasungkawa atas Gugurnya 3 Personel TNI Pemadam Karhutla*
_Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_
Jakarta, 7 November 2026 – Pemerintah menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga personel TNI Angkatan Darat (TNI AD) yang tengah menjalankan tugas dalam operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
"Tiga prajurit kita yang gugur di dalam menjalankan tugas mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Dalam kesempatan ini, izinkanlah kami menyampaikan belasungkawa," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Senayan, Jakarta, Jumat (6/11).
Ketiga prajurit tersebut adalah Letkol CPN (Anm.) Dudi Firmansyah; Kapten CPN (Anm.) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, S.H., M.H.; dan Sertu (Anm.) Heri Prasetyo. Mereka gugur dalam kecelakaan helikopter TNI AD saat menjalankan misi pemadaman karhutla di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Prasetyo menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian penuh terhadap para petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla, termasuk memastikan kesejahteraan keluarga yang ditinggalkan.
"Sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden (Prabowo), kami diminta memberikan perhatian, termasuk kepada keluarga maupun kepada putra-putri saudara-saudara kita yang telah berjuang menjalankan tugasnya dengan penuh keikhlasan di tengah mara bahaya yang membutuhkan pengorbanan," imbuhnya.
Ia menegaskan pemerintah hingga saat ini terus berupaya memadamkan karhutla, meskipun proses tersebut menghadirkan risiko yang sangat tinggi bagi para petugas di lapangan.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (5/11), sebanyak 1.468 titik api karhutla tersebar di enam provinsi. Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Papua Selatan.
Hingga saat ini, aktivitas kebakaran di sejumlah wilayah masih meningkat sehingga membutuhkan penanganan intensif.
BNPB menjelaskan penanganan karhutla menghadapi berbagai kendala, terutama kebakaran yang terjadi di lahan gambut. Kondisi lahan, arah angin, serta ketersediaan sumber air turut memengaruhi efektivitas pemadaman dan menjadi tantangan bagi petugas, khususnya dalam menjangkau lokasi kebakaran.
"Oleh karena itulah, sekali lagi ini menunjukkan pemerintah bekerja sangat serius. Dan saudara-saudara kita bekerja siang dan malam mempertaruhkan jiwa raganya," kata Prasetyo.
"Dan terutama saudara-saudara kita TNI yang melakukan proses pemadaman dengan water bombing. Saudara-saudara ketahui itu semua mengandung risiko. Mari kita memanjatkan doa supaya saudara-saudara kita diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan," ujar dia.
Selain menyampaikan belasungkawa, pemerintah juga mengapresiasi seluruh pihak, petugas, dan relawan yang turut memantau, mengantisipasi persebaran titik api, serta membantu proses pemadaman karhutla di lapangan.
"Dan kami juga terima kasih, kami memonitor saudara-saudara kita yang membantu di lapangan," kata Prasetyo.





